Home Ekonomi

“The New “ MTP akan Diperluas

Memet Sendiring. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Direktur Utama PT Citra Nuansa Elok (CNE), pengelola Mall Tatura Palu (MTP), Memet Sendiring mengungkapkan Mall Tatura Palu saat ini memasuki tahap pembongkaran. Kata dia, dalam waktu 90 hari pembongkaran ditargetkan telah selesai.

“Persoalan administrasi dengan pihak Bumida telah selesai. Nilai asusransi kemarin sekitar Rp91 miliar. Namun kami masih menunggu nominal klaim sesungguhnya, cuma sekarang masih digodok, namun sudah ada kepastiannya, dan maaf kami belum bisa menyampaikannya kepada khalayak. Pembangunan Mall Tatura Palu akan diperluas. Untuk representatifnya mall ini kedepan, minimal luasnya 40.000 meter persegi,” kata Memet saat ditemui awak media pekan lalu.

Jadi, kata Memet, saat pihak asuransi membayar klaim kepada pihaknya, pada saat itu juga segala rongsokan pembongkaran mall ini akan menjadi hak milik asuransi.

“Sebenarnya pada awal Februari kami sudah diberikan kesempatan untuk membongkar. Tapi kami belum melakukan pembongkaran karena nilai aprisial kami belum ketahui. Biaya pembongkaran kami tidak keluarkan lagi, karena biaya pembongkaran ini cukup besar, hampir Rp3 miliar,” katanya.

“Sebelum bencana, mall ini hanya memiliki luas 28.000 meter persegi. Jadi untuk pembangunan mall ini kembali kami akan tambah luasannya kurang lebih 12.000 meter persegi,” katanya lagi.

Kata dia, pada masa pembongkaran pihaknya juga akan melakukan uji mutu beton.

“Pada saat kami akan membangun kembali Mall Tatura Palu, kami tidak akan main-main dengan mutu beton.

Untuk parkiran, Memet mengungkapkan pihaknya akan membangun basement parkiran dua lantai.

“Untuk mengatasi parkiran, kami akan membangun basment dua lantai ke bawah. Untuk itu pihaknya melakukan sondir, boring, dan geo listrik dimana alatnya tidak ada di Palu, kami langsung datangkan dari Jakarta,” katanya.

Sondir, boring, dan geo listrik itu dilakukan, kata Memet, pihaknya ingin mengetahui secara detail kekuatan struktur tanah lokasi Mall Tatura Palu pascagempa.

“Begitu juga seberapa banyak kadar air dalam tanah. Geo listrik itu bisa melakukan pengecekan tanah hingga kedalaman 300 meter. Alhamdulillah sudah hasilnya, karena perencanaan pembangunan ini kemungkinan besar sampai Mei 2019,” ungkapnya.

Memet menegaskan bahwa gedung MTP yang baru dipastikan ramah gempa.

“Diupayakan gedung MTP yang baru akan tahan terhadap gempa 7 hingga 8 skala richter.”

Memet mengungkapkan jika tahap pembangunan dimulai Juni tahun ini, pihaknya menargetkan Juni 2020 Mall Tatura Palu bisa launching kembali.

Rencananya, gedung Mall Tatura Palu yang baru akan dibangun lima lantai.

“Diluar basement, Mall Tatura Palu yang baru akan dibangun lima lantai. Tenant-tenant yang ada di samping mall ini juga akan berkoordinasi dengan kami terkait HGB mereka. Seperti apa itu, secara teknis kami akan beicarakan,” katanya.

Kata dia, mau tidak mau Mall Tatura Palu yang baru nantiharus diperluas atau diperlebar. “Karena mall ini merupakan milik masyarakat Kota Palu. Bahkan kebanggan Pasigala,” katanya.

Memet meminta maaf karena keterlambatan pembongkaran Mall Tatura Palu pascabencana September 2018.

“Kami secara psikologis tertekan karna lambat melakukan pembongkaran atas mall ini. Sebab, setiap masyarakat Pasigala lewat mall ini pasti mereka akan kembali mengingat memori September 2018. Namun kami tidak bisa berbuat banyak, karena ada aturan yang membatasi kami. Misalnya masalah asuransi. Jika kami melakukan pembongkaran sebelum penilaian dari asuransi tersebut belum selesai, itu pasti menyusahkan kami,” katanya.

“Kami juga meminta dukungan media untuk promosikan kembali MTP ini. Mari kita sama-sama bekerja untuk memajukan mall ini,” katanya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas