Hendra. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca bencana alam, sebanyak 1.500 costumer aktif di PT Finansia Multi Finance atau Kredit Plus telah melakukan pembayaran secara aktif.

Hal ini disampaikan langsung oleh Pimpinan Kredit Plus Cabang Palu, Hendra saat ditemui Metrosulawesi, Sabtu (9/3/2019). Menurutnya, dari jumlah keseluruha 10 ribu costumer baru sebagian yang melaksanakan kewajiban membayar.

“Kami dari pihak Kredit Plus tidak melakukan penagihan mereka sendiri yang datang untuk membayar dengan pertimbangan menjaga nama baik. Sedangkan, costumer yang belum melakukan pembayaran kurang lebih sekitar 5.000-an dan sebagian belum melaporkan kondisi mereka,” katanya.

Sementara, Hendra mengungkapkan belum mengetahui secara pasti total dana kredit yang disalurkan ke costumer yang tersebar di Kota Palu, Sigi dan Donggala. Sehingga, pihaknya hanya tinggal menunggu keputusan dari pemerintah terkait dengan pembiayaan kredit.

“Ini yang kita tidak tahu untuk berapa total keseluruhan dana yang belum dimasukkan. Elektronik saja sekitar 8 ribu costumer belum lagi ditambah dengan pembiayaan kendaraan seperti mobil kurang lebih 70 unit dan motor sekitar 1.800 unit,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan pihak Kredit Plus bersama dengan Industri Jasa Keuangan (IJK) yang lain telah melakukan rescheduling. Namun, belum menemui titik terang terkait dengan hal tersebut.

“Kami tinggal menunggu saja yang pasti kami sudah melakukan pendataan terhadap costumer dilapangan itu pun belum finishing karena rescheduling sampai dibulan enam baru melakukan pembayaran,” jelasnya.

Dia mengakui Kredit Plus sejak 4 bulan pasca bencana sudah melakukan penjualan. Sedangkan, pihaknya saat ini masih memprioritaskan nasabah Relationship Officer (RO)atau hubungan baik. Untuk yang terdampak parah maupun menjadi korban meninggal akibat bencana sekitar 3.300 costumer.

“Kami hanya melayani costumer yang telah lunas melakukan pembayaran kredit. Maupun, costumer yang masih aktif membayar kredit. Dari yang kendaraan hilang, costumer yang sudah di PHK dari tempat kerja, costumer sudah meninggalkan kota Palu hingga korban meninggal dunia, itu sudah semua kami laporkan ke pihak asuransi Mega dan masih dalam tahap proses,” terangnya.

Sementara, lanjut Hendra, pihak asuransi sampai hari ini belum memberikan jawaban terkait klaim tersebut. Pihak Kredit Plus juga meminta kepastian dari pemerintah agar secepatnya mengeluarkan kebijakan khusus pembayaran kredit bagi korban bencana.

“Sebab, saat ini hampir seluruh jenis transaksi tidak dapat dilakukan dengan menggunakan jasa perusahaan pembiayaan dan produk yang paling populer di masyarakat adalah pembelian mobil, motor, elektronik, dan lain-lain. Maka, dari itu kami minta dengan cepat mau itu pemutihan utang, penundaan pembayaran angsuran atau pelunasan,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas