Home Ekonomi

Hasil Penimbangan Sampah Jadi Tabungan Emas

Kuswiyoto. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pimpinan Pegadaian Persero, Kuswiyoto mengatakan mengubah sampah menjadi emas tentunya sangat memberi nilai ekonomis bagi masyarakat Kota Palu. Kata dia, tabungan emas Pegadaian, masyarakat tidak perlu membelinya dengan uang, cukup menukarkan sampah yang ada di rumahnya ke Bank Sampah yang telah disediakan.

“Jika tabungan emas yang ini, masyarakat tidak perlu beli dengan uang, cukup menukarkan sampah-sampah yang ada di rumah ke Bank Sampah. Setelah itu sampah yang telah dikumpulkan akan ditimbang lalu dikonversi menjadi tabungan emas. Program tukar sampah jadi emas ini sendiri digagas dan merupakan CSR PT Pegadaian,” katanya.

Kuswiyoto mengungkapkan ketika sampah telah di pisah ke ragam jenisnya, kemudian dikumpulkan dan melalui proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, dan hingga tahap akhir hasil penimbangan di konversi ke dalam tabungan emaskatanya.

Kuswiyoto menjelaskan, diresmikannya Bank Sampah di Kota Palu ini merupakan salah satu perwujudan program CSR Pegadaian yang bertajuk Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan, sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat.

“Harapannya kelurahan binaan jadi bersih dan nyaman juga kekinian, sebagai kerja nyata Pegadaian dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, kata Kuswiyoto, program bank sampah ini maksimal menabung emas 0,01 gram atau Rp6.500 per kilogram sampah plastik. Menurutnya, animo masyarakat dalam program tersebut sangat luar biasa.

“Bank Sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan . Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas