Home Palu

Wakil Rektor Untad Dipilih April

Prof Dr Sutarman Yodo, SH MH. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kursi Rektor Universitas Tadulako (Untad) periode 2019-2023 telah terisi. Adalah Prof Dr Ir Mahfudz MP yang mendapat kepercayaan meneruskan kepemimpinan di Untad. Perhatian civitas Untad selanjutnya kepada pengisian kursi Wakil Rektor.

Wakil Rektor Untad Prof Dr Sutarman Yodo SH MH menjelaskan pemilihan Wakil Rektor baru pendamping Prof Mahfudz bisa dilakukan setelah sebulan masa jabatan. Olehnya kemungkinan Wakil Rektor baru terpilih pada April mendatang.

“Kira-kira pertengahan atau akhir April-lah ada pergantian Wakil Rektor,” ucap Prof Sutarman kepada Metrosulawesi, Selasa, 5 Maret 2019.

Dia mengatakan pemilihan Wakil Rektor sepenuhnya menjadi kewenangan Rektor Prof Mahfudz. Namun saat kepemimpinan Rektor Prof Dr Ir Muh Basir Cyio, kewenangan pemilihan Wakil Rektor diserahkan kepada anggota Senat Untad.

“Kalau lalu pak Rektor (Prof Basir) menyerahkan kewenangan pemilihan Wakil Rektor ke Senat untuk memilih tiga calon, tapi tetap keputusan akhir berada pada Rektor. Jadi bisa kemungkinan lain tidak ada lagi proses pemilihan di Senat, tapi bisa juga seperti masa Prof Basir,” jelasnya.

Prof Sutarman mengungkapkan untuk Untad, tugas tambahan sebagai Wakil Rektor disiapkan empat kursi. Jika Wakil Rektor lebih dari empat, maka hak keuangan dosen yang mendapat tugas tambahan tersebut menjadi tanggungan Untad.

“Jadi yang wajib itu harus empat Wakil Rektor, tapi tergantung Rektor-nya. Yang jelas kalau tambah satu menjadi lima harus dibiayai Untad,” ungkapnya.

Tidak semua dosen bisa mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Rektor sebab dibatasi oleh usia. Prof Sutarman menuturkan dosen yang berpeluang menduduki kursi Wakil Rektor usianya tidak bisa melebihi 60 tahun saat pengangkatan.

“Selain tidak bisa melibihi usia 60 tahun, pangkatnya juga minimal harus lektor kepala,” tutur Guru Besar Ilmu Hukum itu.

“Termasuk saya, tidak bisa lagi dicalonkan karena usia sudah lebih 60 tahun, yang bisa kejabatan lain yaitu Ketua Senat, Ketua Dewan Pertimbangan, atau Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI),” tandas Prof Sutarman.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas