Ilustrasi. (Grafis: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah pusat mengucurkan dana desa untuk Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun ini sebesar Rp1,567 triliun. Dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan dan ekonomi desa se Sulteng.

Dari total Rp1,567 triliun, Kabupaten Parigi Moutong masih terbanyak mendapat kucuran dana desa mencapai Rp235 miliar. Selanjutnya Kabupaten Banggai Rp231 miliar, Sigi Rp145 miliar, Donggala Rp142 miliar, Poso Rp129 miliar, dan Tojo Unauna Rp120 miliar. Kemudian Banggai Kepulauan Rp113 miliar, Morowali Utara Rp111 miliar, Morowali Rp103 miliar, Buol 92 miliar, Tolitoli Rp88 miliar dan Banggai Laut Rp55 miliar.

Dana desa tahun 2019 mengalami peningkatan sekitar Rp200 miliar lebih dibanding tahun lalu. Pada 2018, dana desa untuk Sulteng tercatat sebesar Rp1,364 triliun. Sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulteng semasa dijabat Rusdi Bachtiar Rioeh mengatakan, salah satu prioritas utama peruntukan dana desa yaitu memberdayakan masyarakat melalui program padat karya tunai.

“Tahun ini penggunaan dana desa diarahkan untuk padat karya sebagai upaya memberdayakan masyarakat kategori miskin. Jadi misalnya kalau mau bangun jalan jangan pakai excavator, harus memberdayakan masyarakat disekitar pembangunan jalan itu,” ujar Kadis PMD di Palu, April tahun lalu.

Dia menerangkan, selain prioritas utama untuk padat karya, prioritas dana desa juga diperuntukkan guna pembangunan embung desa dan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Dana desa juga diperuntukkan untuk pembangunan sarana olahraga agar anak-anak muda punya wadah menyalurkan hobi supaya terhindar dari hal-hal negatif,” tutur Rusdi.

Mantan Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Ekonomi dan Kesra itu berharap manfaat penggunaan dana desa bisa benar-benar dirasakan masyarakat. Dia tidak mengingini ada lagi oknum kepala desa yang menyalahgunakan dana desa.

Dana desa sebagaimana tujuan peruntukkannya kata Rusdi yakni untuk pembangunan dan pemberdayaan. Dari peruntukan tersebut pada akhirnya akan mengakselerasi perekonomian masyarakat desa.

“Kita bersyukur penggunaan dana desa mulai dari tahun 2015 sampai 2018 ini sudah banyak terbangun berbagai infrastruktur seperti jalan usaha tani dan drainase,” tandas Rusdi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas