PEMBUKAAN - Sejumlah petugas haji berasal Kab/Kota dan Kanwil Kemenag Sulteng saat mengikuti acara seremonial pembukaan rekrutmen Calon Petugas Haji Indonesia Tahun 2019, Selasa, 5 Maret 2019. (Foto: Humas Kemenag Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kembali rekrutmen Calon Petugas Haji Indonesia Tahun 2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu Hotel di Palu, Selasa, 5 Maret 2019.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Sulteng Lutfi Yunus mengungkapkan, kali ini proses rekrutmen calon petugas haji mengunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di Kantor Kemenag seluruh Indonesia.

“Seleksi ini diikuti 50 orang peserta yang berasal dari Kemenag kabupaten/kota dan Kanwil Kemenag Sulteng yang telah lulus seleksi tahap 1 pada 25 Februari 2019. Dari jumlah tersebut hanya 14 orang yang akan menjadi petugas Haji, TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) 4 orang, TPIHI (Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia) 5 orang dan PPIH Arab Saudi 5 orang,” ujar Lutfi.

Setelah rekrutmen ini, kata dia, hasilnya akan dinilai oleh pengawas PHU maupun Dirjen, kemudian akan umumkan siapa saja yang dinyatakan lulus menjadi petugas yang menyertai jamaah haji tahun ini.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Rusman Langke mengungkapkan tujuan dari kegiatan tersebut untuk memperoleh petugas haji yang memiliki kompetensi dan integritas. Seleksi berbasis komputer (CAT) adalah Upaya menciptakan standarisasi, mewujudkan sistem transparan, objektif dan akuntabel.

Dalam kesempatan itu, Rusman, memberikan 5 tips kepada calon petugas haji, diantaranya perbaiki niat sebagai petugas haji. Sebab petugas haji memiliki tugas menjamu dan membimbing tamu Allah.

Selain itu, Rusman mengingatkan, petugas haji harus menguasai leadership dan manajerial. Kata dia, menjadi petugas merupakan sebuah amanah dan kepercayaan negara, olehnya itu, amanah dan kepercayaan itu harus dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Menjadi petugas haji tidaklah mudah, karena melalui tahapan seleksi yang berbasis komputer. Saya mengimbau petugas haji tidak gagap teknologi, karena sistem di lapangan tidak lepas dari teknologi informasi,” ungkapnya.

Seleksi CAT tersebut akan dilanjutkan dengan seleksi wawancara. Tim penguji pada seleksi tersebut berasal dari tim yang telah dibentuk Kemenag Sulteng.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas