Christian F Kaunang. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pascabencana yang melanda Palu dan sekitarnya 28 September 2018 lalu, sebanyak 20 nasabah dari Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sulawesi Karya Sentosa Palu mengajukan permohonan kredit kembali.

“Karena kami berdiri mulai juli 2018, yah, beberapa bulan menjalankan kredit sudah kejadian. Dari keseluruhan nasabah sebanyak 30 orang, sebagian diantaranya sudah mengajukan kredit baru,” kata Direktur Utama BPR Sulawesi Karya Sentosa, Christian F Kaunang saat ditemui Metrosulawesi diruang kerja, Selasa (5/3/2019).

Christian F Kaunang mengatakan, jumlah dana kredit yang sudah disalurkan ke nasabah kurang lebih sebesar Rp2 Miliar rupiah. Sementara, untuk ditahun 2019 BPR Sulawesi Karya Sentosa menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp10 miliar.

“Penyaluran kredit bervariasi dari Rp50 juta hingga Rp200 juta, itu terdiri dari sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga perdagangan,” katanya.

Menurutnya, BPR merupakan salah satu jenis bank yang dikenal melayani golongan pengusaha mikro, kecil, dan menengah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan.

“Mulai tahun ini Maret 2019 kami juga membuka tabungan umroh dan haji bekerja sama dengan Bank Muamalat cabang Palu. Serta salah satu strategi yang kami tawarkan masih tetap bertemu langsung dengan nasabah,” tuturnya.

Sementara itu restrukturisasi yang diberikan BPR Sulawesi Karya Sentosa Palu sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 45 tahun 2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

“Paling lama tiga tahun restrukturisasi yang diberikan. Namun, itu semua berdasarkan keinginan nasabah sendiri dan kami tidak memberatkan mereka tergantung nasabahnya,” terangnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas