Home Sigi

Menjaga Kemanunggalan TNI dan Rakyat dari Meja Makan

MASAK - Komandan Kodim 1306/Donggala sekaligus Komandan Satuan Tugas TMMD ke-104, Letkol Kav.I Made Maha Yudhiksa memasak ayam panggang suwir di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Sigi, Sabtu 2 Maret 2019, sore. (Foto: Istimewa)
  • Ketika Dandim 1306/Donggala Letkol Kav.I Made Maha Yudhiksa Jadi Koki di Sigi

Sigi, Metrosulawesi.id – Siang hari, Satgas TMMD melebur bersama rakyat, bergotong-royong membuka jalan desa. Bahu membahu membangun jembatan dan membedah rumah warga miskin. Giliran malam, bersatu di meja makan dengan sajian ayam panggang suwir dan bebek rica-rica.

Dua menu itu istimewa karena kokinya adalah Letkol Kav.I Made Maha Yudhiksa, Komandan Kodim 1306/Donggala sekaligus Komandan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Peristiwa langka itu terjadi di rumah Ketua Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/ Polri Indonesia (FKPPI) Sigi, Torki Ibrahim Turra di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu 2 Maret 2019, malam. Puluhan tentara, warga desa yang tua dan muda, wartawan, kepala desa, sekdes, ibu-ibu, petani hingga tokoh merajut kebersamaan pada pesta kecil tanpa sekat.

Sejak sore, Dandim sudah unjuk kebolehan mengolah 23 ekor ayam dan tiga ekor bebek. Tongkat komando Dandim disimpan sementara diganti dengan spatula untuk mengaduk masakan.Perwira dua melati itu lantas menunjukkan kecekatannya meracik dan menakar bumbu dapur.

Dibantu anggotanya, ayam yang sudah dipanggang itu kemudian disuwir.Selanjutnya dibumbui dengan bawang merah, serai, daun jeruk, cabai rawit, dan garam.

“Kenapa ayamnya di suwir-suwir, supaya semua kebagian. Kan banyak orang,” katanya.

Beda lagi resep bebek rica-rica dengan bumbu yang meresap. Rasanya pedas dan renyah.

“Bebek rica-rica ini saya pikir makanan khas Manado, tapi ini saya buat ala saya, bukan ala Manado,” jelasnya.

Bagi Dandim, apa yang dilakukannya ini semata-mata upaya membangun kebersamaan antara masyarakat dengan personel yang sedang melaksanakan tugas TMMD ke-104 di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng. Sebanyak 150 personel Satgas TMMD dari Batalyon Infanteri 1704/Sintuwu Maroso, selama kegiatan ini memang tinggal bersama masyarakat.TMMD dilaksanakan selama 30 hari, 26 Februari sampai dengan 27 Maret 2019.

“Selain hobi masak, saya juga ingin membangun kebersamaan. Semoga ini bisa menambah motivasi anggota Satgas dalam bekerja. Saya juga berharap masyarakat dapat bekerja bersama-sama dengan TNI,” kata I Made Maha Yudhiksa.

Apapun motivasi Dandim,yang pasti sajian masakan malam itu sukses membuat anggotanya dan warga setempat seketika bersatu di meja makan. Kebersamaan itu membuat dinginnya udara malam Palolo berubah hangat. Apalagi, memang sudah saatnya makan malam setelah lelah berkerja di siang hari. Anggota Yonif 714/Sintuwu Maroso yang hadir malam itu tampak lahap menikmati hidangan makan malam. Pun Kepala Desa Bobo, Sekdes Kapiroe, sejumlah wartawan, dan warga Desa Bobo.

“Masakan komandan lezat dan enak,” puji Kepala Desa Bobo Irwan Nasra yang turut menikmati makan malam itu.

“Betul, memang enak,” timpalnya berusaha meyakinkan.

“Saya apresiasi Pak Dandim, jarang pimpinan yang sangat membaur dengan masyarakat. Soal masakannya, memang sangat lezat dan nikmat. Jarang ditemukan pimpinan seperti yang dilakukan Pak Dandim,” katanya.

Dandim I Made Maha Yudhiksa mengaku bisa memasak secara otodidak. Dia akan memasak jika punya waktu luang. Bahkan, pernah memasak satu ekor sapi ketika menjadi komandan batalyon. Begitu pula ketika bertugas di Jerman selama enam bulan.

“Waktu saya di Jerman selama enam bulan, saya juga masak masakan Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa TNI, segala bidang bisa dilakukan,” katanya.

Memasak bukan hanya untuk anggotanya dan masyarakat umum.

“Istri saya biasanya kalau dia yang masak, gak mau dimakan. Nah, dia minta saya yang memasak dan dia suka,” kata pria berdarah Bali itu.

Seusai makan malam, semua berkumpul di teras. Pembicaraan tanpa tema. Melebar kemana-mana. Dandim bicara soal gempa bumi, pengalaman menjadi anggota TNI, hingga penegasan soal netralitas TNI pada Pemilu 2019. Inilah cara TNI yang dilakukan Dandim berbaur dan dekat dengan masyarakat di luar ruang formal.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas