EVAKUASI JENAZAH - Mobil ambulans yang membawa jenazah Romzi berangkat dari Dusun Sipatuo menuju RS Bhayangkari Palu, Senin 4 Maret 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Sehari setelah tertembak, Senin 4 Maret 2019, jenazah anggota kelompok Ali Kalora atas nama Romzi dievakuasi dari lokasi bakutembak di Perkebunan Padopi, Dusun Sipatokong, Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir Utara. Tim gabungan mengevakuasi jenazah dengan menggunakan peralatan seadanya.

Selain jenazah, Romzi, tim gabungan juga membawa anggota MIT yang berhasil yang ditangkap atas nama Aditya alias Ukasia. Keduanya adalah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polri.

Pangdam XIII/Mdk Mayjen TNI Tiopan Aritonang bersama Kapolda Sulteng Brigjen Pol Lukman melihat langsung pelaksanaan evakuasi korban di Dusun Sipatuo, dan langsung menemui Aditya yang berhasil ditangkap tim Satgas Tinombala.

Selain Pangdam dan Kapolda turu dalam rombongan itu Danrem 132/Tdl Kol Inf Agus Sasmita, Kaden Brimob Kombes Susnandi, Dansatgas TNI Tinombala Kol Inf Dody, Dandim 1307/Poso Letkol Inf Catur Sutoyo, SE, dan Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiarto, SH, SIK.

Setibanya di Dusun Sipatuo, jenazah Romzi langsung dinaikkan ke ambulans untuk kemudian dibawa ke RS Bhayangkari Palu.

Selain jenazah, di mobil lainnya, Tim gabungan juga langsung membawa DPO Aditya alias Ukasyah dan sejumlah barang bukti kontak tembak berupa Ransel 14 buah dan 1 pucuk senjata M16 dibawa ke kota Poso.

Sebelumnya, personil Satuan Tugas (Satgas) Operasi  Tinombala, terlibat kontak tembak dengan sekelompok orang, yang diduga merupakan kelompok  Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Poso, pada Ahad 3 Maret 2019, sekitar pukul 17.20 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun, kontak tembak itu terjadi di wilayah perkebunan, Desa Padopi, Kecamatan  Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.Dalam Kontak tembak itu personil Satgas Ops Tinombala, dari Kesatuan Kopassus, terlibat kontak tembak dengan lima pria bersenjata.

Dalam Kontak tembak itu, satu anggota DPO Poso yang bernama Basir alias Romzi, DPO asal Bima, NTB, tewas dan satunya lagi yang bernama Adtya alias Ibad alias Kuasa, DPO asal Ambon, tertangkap, serta di temukan satu pucuk senjata api laras panjang jenis M16.

Satgas Tinombala mendapat laporan warga yang melihat sekelompok orang bersenjata tengah beristirahat di salah satu pondok milik warga. Atas laporan itu, pukul 12.00 wita, Satgas Ops Tinombala langsung menuju lokasi. Pukul 17.20 Kontak senjata tidak terelakkan.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Lukman Wahyu Hariyanto membenarkan terjadi kontak senjata antara Anggota SatgasTinombala dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Menurutnya, dalam kontak senjata itu, satu orang tewas dan satu ditangkap dari anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

“Iya yang saya dengar ada, yang saya dengar sudah dapat dua, satu hidup satu meninggal dan satu buah senjata,” ungkapnya.

Lukman Wahyu mengatakan, kontak senjata beloksi di wilayah perkebunan Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, dan Saat ini aparat tengah mengevakuasi satu jenazah kelomopok MIT yang tewas dalam kontak senjata tersebut.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas