BELUM BERBAYAR - Salah satu swalayan Alfamidi di Palu masih memberikan kantongan plastik gratis kepada pembeli, Jumat 1 Maret 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Penerapan kantong plastik berbayar di sejumlah pusat perbelanjaan di Palu belum efektif berlaku. Rata-rata pengunjung yang berbelanja, masih mendapatkan kantong plastik gratis.

Pantauan Metrosulawesi di salah satu Alfamidi di Palu, penggunaan kantong plastik gratis masih diberlakukan. Kantong plastik berbayar baru akan diberlakukan paa 5 Maret.

“Kami dari Alfamidi yang sebagai salah satu toko ritel modern di Kota Palu akan menerapkan kebijakan tersebut mulai minggu depan,” kata Area Manager Alfamidi Palu, Didik Cahyono saat dihubungi Metrosulawesi, Jumat 1 Maret 2019.

Menurutnya, lebih 1 juta setiap menitnya dan Indonesia menduduki peringkat ke-2 penyumbang sampah plastik ke laut. Selain itu, sampah plastik sangat sulit terurai oleh alam, dapat meracuni tanah dan

Laut serta bertahan sampai 400 tahun.

“Konsumen diharapkan membawa tas belanja sendiri atau kantong plastik berbayar. Hal itu juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi 30% sampah dan menangani sampah sampai 70% termasuk sampah plastik pada 2025,” ujarnya.

Karenanya, Aprindo menyatakan turut bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap isu lingkungan yang beredar di masyarakat. Pihak Alfamidi juga menghimbau masyarakat agar menyediakan tas belanja pakai ulang sendiri berbentuk keranjang.

“Kami juga sudah mengimbau masyarakat tentang harga dan mekanisme penerapan kantong plastik berbayar. Namun, ada sebagian yang terima dan juga yang tidak. Maka, dari itu mereka harus sediakan tas belanja sendiri,” jelas Didik Cahyono.

Ia berharap kebijakan kantong plastik berbayar bisa membuat masyarakat lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik. Sebab, mengubah budaya masyarakat yang sudah biasa menggunakan kantong plastik bukan perkara yang mudah.

Sales Transmart Galara Mall Palu, Moh Alfin menyampaikan bahwa pihaknya mendukung adanya pengurangan penggunaan kantong plastik. Sementara itu, menurutnya pihaknya Transmart telah menerapkan kebijakan tersebut sejak diberlakukan oleh pemerintah tahun 2016.

“Hanya saja sebagian masyarakat masih menolak dikarenakan mereka belum mengetahui. Apalagi, ditambah dengan ekonomi yang belum stabil pascabencana,” ucap Moh Alfin.

Dia mengungkapkan Transmart telah menyediakan goodie bag untuk pelanggan dengan harga Rp3 ribu. Tetapi, costumer menginginkan yang gratis.

“Kalau costumer di Palu mereka masih berfikir untuk memakai kantong plastik berbayar. Kalau untuk kebijakan Asperindo kami tinggal menunggu pemberitahuan dari manajemen di pusat,” katanya.

Salah satu pengunjung yang tak ingin namanya dikorankan, mengatakan paling baik costumer membawa sendiri untuk kantong plastik atau keranjang. Sedangkan, menurutnya dilihat dari kacamata lingkungan kantongan plastik sangat merusak alam.

“Itu juga sangat mengajarkan masyarakat tentang menjaga alam. Tapi, sebagian masyarakat tidak mengetahui hal itu mungkin kurang faham atau tidak mau tahu terkait semua itu,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas