Home Nasional

Dana Stimulan Lewat Kas Daerah

Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Bartholomeus Tandigala. (Foto: Dok Metrosulawesi)
  • Penggunaannya Akan Didampingi Fasilitator

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, Bartholomeus Tandigala menegaskan pihaknya masih melakukan persiapan terkait dengan penyaluran dana stimulan untuk korban bencana. Saat ini data korban bencana masih sementara diverifikasi.

“Mengenai persiapan, kami sejauh ini sudah melatih fasilitator untuk mendampingi dana stimulan nanti,” kata Bartholomeus melalui ponselnya, Senin, 25 Februari 2019.

Kata dia, di dalam fasilitator itu yang terlibat dari TNI, Polri, dan masyarakat umum, dan fasilitator ini telah dibentuk Pemerintah.

“Jadi terkait persiapan dana stimulan, kami baru menyiapkan fasilitator sebab alurnya seperti itu harus ada dulu fasilitator, kemudian baru akan disalurkan (dikucurkan) dana stimulan tersebut,” ungkapnya.

Di samping itu kata Bartholomeus, penyaluran dana stimulan itu melalui bank terkait. Dan dana stimulan ini langsung masuk ke rekening masyarakat.

“Mengenai jumlah masyarakat yang akan menerima dana tersebut, datanya masih terus berkembang, sebab pendataan rumah masih terus dilaksanakan. Untuk jumlah terakhir kami belum ketahui sebab di Kota Palu masih berkembang lagi datanya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia, Doni Monardo mengatakan, pencairan dana stimulan bagi korban bencana, gempa, tsunami  dan likuefaksi di Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong baru akan dibahas pada Kamis 28 Februari 2019. Pembahasan akan dilakukan dalam rapat bersama yang akan melibatkan Kementerian Keuangan.

“Hari Kamis akan akan rapat lagi dengan Wakil Menteri Keuangan,” ucap Doni Monardo saat meninjau contoh bangunan hunian tetap dan lokasi pembangunan hunian tetap bagi korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kelurahan Tondo, Kota Palu, seperti dikutif Antara, Senin 25 Februari 2019.

Doni menyebut ketika dana stimulan bisa dicairkan se-segera mungkin maka BNPB akan menyalurkan ke Kas daerah. Namun, sebut dia, hal itu dilakukan setelah pemerintah mendapat data yang valid dan akurat dari tim gabungan, antara lain dari Badan Pertanahan, BMKG, Badan Geologi, Badan Informasi dan Geo Spasial, yang sama-sama melakukan pendataan. Sehingga, sebut doni, tidak ada lagi daerah relokasi bagi korban bencana di Sulteng, yang masuk sebagai daerah rawan bencana.

Ia mengemukakan bahwa dana stimulan yang akan dicairkan oleh pemerintah tergantung dari usulan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah.

Sekretaris Daerah Pemprov Sulteng Hidayat Lamakarate yang mendampingi Doni Monardo meninjau lokasi pembangunan hunian tetap menyebut bahwa Pemprov Sulteng mengusulkan dana stimulan kurang lebih sekitar Rp 2,5 triliun.

Doni menguraikan bahwa berdasarkan data awal yang disampaikan oleh Pemprov Sulteng, jumlah rumah rusak akibat bencana di Padagimo mencapai sekitar 100.000 unit, terdiri atas 30.000 unit rusak berat, rusak sedang 26.000 unit, dan rusak ringan 40.000 unit. (del/ant)

Ayo tulis komentar cerdas