Home Ekonomi

BTN Beri Keringanan KPR Tiga Tahun

384
Suasana pelayanan di Bank BTN cabang Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memberikan keringanan untuk nasabahnya yang terdampak gempa di Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah selama tiga tahun.

Hal ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.45/POJK.03/2017 tentang perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank bagi daerah tertentu di Indonesia yang terkena bencana alam.

Setelah itu, perseroan akan memberikan restrukturisasi kredit pemilikan rumah (KPR) kepada para nasabah yang menjadi korban.

Pimpinan Bank BTN cabang Palu, Reno Rahargono mengatakan dari aturan tersebut ada perlakuan khusus yang diberikan meliputi penilaian kualitas kredit atau pembiayaan syariah berdasarkan plafon kredit yang diberikan dan kualitas kredit yang direstrukturisasi serta perihal pemberian kredit atau pembiayaan syariah baru.

“Kami masih melakukan inventarisasi bagaimana keadaan debitur kami dan akan kami segera laporkan ke regulator sambil menunggu arahan selanjutnya mengenai langkah-langkah restruktrurisasi kredit,” kata Reno Rahargono, Senin (25/2/2019).

Reno juga mengatakan bahwa keringanan tidak hanya dinilai berdasarkan kondisi rumah nasabah KPR. Perseroan akan memperhatikan pula kondisi tempat kerja nasabah. Menurutnya, ada beberapa nasabah yang datang melaporkan bahwa keringanan yang diberikan jangan terlalu lama.

“Terhitung kategori rusak sedang dan ringan akibat bencana nasabah menawarkan cukup setahun saja, ada juga debitur yang meminta hanya tiga bulan masa keringanan. Kami juga melihat tempat kerjanya sudah hancur, hotel, atau bengkel misalnya, untuk start engine lagi kan susah. Untuk case yang berat seperti itu mungkin kami beri grace period [masa tenggang],” ujarnya.

Dia menambahkan, tidak semua debitur akan memiliki pola penyelesaian yang sama setelah masa tenggang berakhir. Penyelesaian akan disesuaikan dengan kondisi nasabah dan kasus yang dialami nasabah secara individual. Sementara, debitur Bank BTN yang sudah diberikan keringanan pembayaran kurang lebih sekitar 6.100-an nasabah.

“Berdasarkan data yang terhimpun saat ini total oustanding pokok KPR di daerah tersebut mencapai Rp148,2 miliar. Jumlah rumah yang mengalami rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang masing-masing mencapai 745 unit, 3.830 unit, dan 2.015 unit,” jelasnya.

Lanjut Reno Rahargono mengatakan jumlah unit yang tidak terdampak mencapai 1.233 debitur, sedangkan unit yang masih masih diinventrasisasi atau belum terlacak berjumlah 2.142 debitur. Adapun total properti yang dinyatakan tenggelam mencapai 153 unit.

“Kita melihat kondisi psikologis debitur pasca bencana karena pasti ada yang menduga masih mengalami trauma dan menata kembali casslownya/penghasilan debitur karena kemungkinan mereka banyak memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.

Namun, setelah ini selesai dan sudah tertata kembali pihak Bank BTN akan membantu menawarkan KPR untuk wilayah -wilayah tertentu yang lokasi agunan tidak masuk dalam zona merah atau rawan bencana.

“Kami dari himpunan Bank BUMN telah memberikan bantuan dalam hal penyediaan Huntara maupun membantu memperbaiki fasilitas pendidikan. Itulah Sinergi dari dari BUMN seperti BTN, BNI, BRI, Mandiri, Kimia Farmasi dan PT Telkom yang di kordinir oleh Kementerian BUMN,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas