Sejumlah siswa menunggu untuk mendapatkan dana PIP di Bank BNI Cabang Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan sebanyak Rp16 miliar dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 18 ribu siswa SMA dan SMK di Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA) Sulawesi Tengah tahun 2019 yang didistribusikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Penyelia Costumer Servis BNI Cabang Palu, Agus Popang mengungkapkan bahwa BNI selalu mendukung program pemerintah. Sementara, Kartu Indonesia Pintar (KIP) sendiri merupakan kartu elektronik yang diberikan kepada penerima PIP yang didalamnya ditanamkan dua fungsi sekaligus.

“Yaitu fungsi untuk mengakses rekening Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel) dan rekening e-wallet. Selain itu, sebagai tabungan, Tabungan SimPel dan KIP akan menjadi sarana penyimpanan dana PIP dan dapat ditarik dan ditransaksikan kapan pun sesuai kebutuhan siswa penerima KIP,” ungkapnya, Senin (25/2/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan pencairan dana bantuan PIP ini dapat dilakukan di ATM dan teller BNI untuk dana yang ada di rekening tabungannya. Pihaknya juga mengunjungi ke sekolah -sekolah untuk memberikan informasi dan edukasi terkait dana tersebut.

“Jadi lebih muda, para siswa penerima PIP ini bisa melakukan transaksi di seluruh ATM BNI yang tersebar di mana saja dan kapan saja. Sedangkan, persyaratan bagi penerima dana itu seperti Kartu Siswa, Kartu Keluarga, Akte Kelahiran atau Surat keterangan dari Desa/Kelurahan bahwa benar siswa itu berhak menerima bantuan dana PIP,” jelasnya.

Ke depannya dengan adanya KIP tersebut masyarakat yang kurang mampu dapat dibantu pendidikannya.Untuk mendorong pencairan dana PIP tersebut, bank BUMN itu meningkatkan akses kepada para siswa penerima dana PIP melalui fasilitas perbankan yang lebih terintegrasi. Sementara, penerima dana PIP bervariasi untuk kelas I dan II siswa SMA dan SMK Rp750 ribu rupiah. Sementara, siswa kelas III mendapatkan Rp1 juta rupiah dari dana PIP.

“Sehingga apa yang menjadi cita-citanya tercapai. Semoga program dari pemerintah ini terus berlanjut, sekaligus membantu siswa yang tidak mampu khususnya korban bencana. Agar mereka terbantu dengan kebutuhan pendidikan,” katanya.

Dia berharap dengan system penyaluran bantuan seperti ini dapat memberikan edukasi dan inklusi keuangan untuk mendorong budaya menabung sejak dini.

Budaya ini didorong dengan fitur produk yang digunakan yakni BNI Simpel/Simpel IB (Simpanan Pelajar) yang sangat memudahkan siswa dalam menabung seperti setoran selanjutnya yang sangat ringan serta tidak dikenakan biaya administrasi rekening bulanan maupun biaya penggantian buku tabungan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas