FOTO BERSAMA - Pengurus Pusat Toyota Fortuner Club Indonesia (ID42NER) saat melakukan foto bersama para pengungsi dan pengurus Pesantren Al Anshar usai penyerahan bantuan. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pengurus Pusat Toyota Fortuner Club Indonesia (ID42NER) , ID42NER Chapter Sulawesi tengah dan juga Kalla Toyota melakukan kegiatan Social Responsibility dengan membangun Musala di Pesantren Al Anshar Kelurahan Talise Valangguni Kota Palu, Sabtu 23 Februari 2019.

Selain itu, komunitas Toyota tersebut juga melaksanakan pembagian nasi bungkus (makan siang) kepada para pengungsi korban bencana alam di GOR Madani Kota Palu. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00 wita.

Costumer Enggegmen Kalla Toyota pusat, Firman Setiawan mengungkapkan bencana itu menimbulkan rasa simpati dan empati dari para anggota ID42NER untuk melakukan kegiatan berbagi.

“Kegiatan ini dilakukan langsung secara simbolis bersama pengurus pesantren dengan melakukan peletakan batu pertama. Kemungkinan, dua bulan Musala itu akan selesai dibangun dan digunakan oleh jamaah,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan bakti sosial yang biasanya dibarengi dengan touring menjadi agenda rutin ID42NER yang hampir setiap bulan dilaksanakan di berbagai daerah dalam rangka menguatkan solidaritas antar anggota.

“Kami akan datang lagi setelah pembangunan Musala itu selesai dengan melakukan penyerahan secara resmi dari pengurus Pusat Toyota Fortuner Club Indonesia (ID42NER) kepada pengurus Pesantren Al Anshar,” ucap Firman Setiawan.

Kata dia, anggaran pembangunan musala itu berasal dari swadaya dan sumbangan setiap member Toyota Fortuner. Sedangkan, dana diberikan pihak Toyota Fortuner Club Indonesia (ID42NER) sebesar Rp63.180.233 juta rupiah.

“Ada tiga rangkaian acara ini, di Kota Manado Sulawesi Utara, Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan dan yang besarnya kami adakan di Palu,” tuturnya.

Kata dia, aksi penyaluran abntuan itu menjadi hikmah untuk mempererat semangat persaudaraan, kebangsaan, persatuan dan kesatuan serta cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Maka itu, dengan menyerahkan sendiri bantuan kepada para pengungsi, dapat memastikan dan mengetahui secara langsung kondisi para korban gempa tersebut. Selain itu, semoga keadaan disini segera pulih dan tidak ada lagi gempa, terutama rasa trauma psikis pasca-gempa segera hilang, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sediakala,” harapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas