Hatija Yahya. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Dr Hatija Yahya mengungkapkan, untuk menunjang sarana prasarana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), diharapkan sekolah dapat memanfaatkan laptop (komputer jinjing) siswa dan guru.

“Jadi tidak ada alasan lagi sekolah itu tidak melaksanakan UNBK, sebab 187 SMK se-Sulteng menyatakan siap untuk menyelenggarakan UNBK,” ujar Hatija di ruang kerjanya, Selasa, 19 Februari 2019.

Hatija membenarkan beberapa sarana prasarana pasca bencana gempa bumi, tsunami dan liquifaksi yang melanda Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong (Padagimo) mengakibatkan sarana prasarana UNBK mengalami kerusakan.

“Namun Kemendikbud RI melalui Direktorat Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan telah memberikan bantuan dalam bentuk pendanaan yang diterima langsung sekolah. Bantuan itu dalam rangka merecovery, kemudian mengadakan komputer baru. Bantuan itu dalam bentuk uang sebesar Rp100 juta untuk semua sekolah di wilayah terdampak. Dan alhamdulillah, dana tersebut telah dimanfaatkan pada akhir 2018,” jelas Hatija.

Hatija mengatakan sejak dua tahun terakhir, pelaksanaan UN untuk satuan pendidikan SMK sudah dilakukan berbasis komputer. Dari tahun ke tahun APBD Sulteng juga sudah mengalokasikan anggaran untuk menunjang sarana prasarana UNBK.

“Olehnya kami optimis penyediaan sarana prasarana SMK di Sulteng itu cukup, karena sejak 2016, SMK sudah 100 persen UNBK. Jadi tidak ada kata mundur, meskipun kami kemarin dampak bencana gempa snagat terasa. Namun dengan bantuan Kemendikbud RI lewat Direktorat Pembinaan SMK sudah relatif cukup dan bisa meracovery komputer-komputer di SMK,” ungkapnya.

Bahkan kata Hatija, pada 2019, lewat dana APBD, Pemprov Sulteng juga telah alokasikan anggaran untuk UNBK. Dana itu cukup untuk pengadaan server dan komputer.

Menurutnya, Gubernur Sulteng sangat konsen untuk mensukseskan pelaksanaan UNBK, dan bertekad tidak lagi menggunakan sistem UNKP.

“Sebab kita sudah melakukan dua tahun yang lalu dan tidak ada kata mundur kembali ke UNKP,” katanya.

“UNBK ini jauh lebih efesien dibanding UNKP, sebab kebocoran soal bisa diminimalisir. Selain itu juga, kualitas dan integritas hasil ujian nasional sangat bisa dijaga, sehingga seluruh SMK bertekad untuk melaksanakan UNBK. Ketersedian sarana terus kami lakukan melalui perbaikan dan pengadaan,” ujarnya.

Kata Hatija, jangankan UNBK, SMK sudah melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) berbasis komputer.

“SMK sudah mulai menghindari menggunakan kertas dan pensil. Olehnya kami berharap penyusunan soal USBN dapat dilakukan menggunakan tiga sesi, sehingga nantinya ada tiga jenis paket soal yang akan keluar,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas