Prof Hasan Basri, PhD. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Jabatan Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS akan berakhir pada 5 Maret mendatang. Tinggal menghitung hari, pengganti Prof Basir dari tiga kandidat calon Rektor Untad yang ada belum terpilih hingga saat ini.

Ketua Senat Untad Prof Hasan Basir Ph.D berharap sebelum jabatan Prof Basir berakhir, Rektor Untad Periode 2019-2023 sudah terpilih. Secara kelembagaan, Senat tidak menginginkan adanya pejabat caretaker atau Plt Rektor Untad.

“Kita tidak menginginkan ada pejabat caretaker atau Plt, paling kalau terpaksa hanya perpanjangan jabatan Rektor saat ini dua sampai tiga hari,” ujar Prof Hasan kepada awak media di Palu, Selasa, 19 Februari 2019.

Prof Hasan menjelaskan belum adanya terpilih penerus Prof Basir setelah penyaringan yang dilakukan pada 25 Januari lalu, itu karena Senat melibatkan pihak eksternal sebelum melakukan pemilihan atas tiga kandidat calon Rektor yaitu Prof Dr Mahfudz MP, Prof Dr Jayani Nurdin dan Dr Nur Ali M.Si.

Adapun pihak eksternal yang dilibatkan antara lain Inspektorat dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keungan (PPATK). Saat ini, PPATK tengah melakukan penelusuran harta kekayaan ketiga kandidat tersebut. Olehnya lama tidaknya proses pemeriksaan di PPATK lanjut Prof Hasan, sangat bergantung dari rekam jejak para kandidat.

“PPATK SOP-nya antara dua pekan sampai sebulan. Itu kan penyaringan menjelang akhir Januari 2019 lalu, jadi paling cepat kalau memang ke PPATK maksimal diambil maka hingga akhir Februari ini baru ada hasilnya,” jelas.

Ia memperkirakan, paling lambat pemilihan Rektor dapat digelar pada awal Maret 2019 mendatang, mengingat masa jabatan Prof Basir berakhir pada 5 Maret 2019. Namun demikian Senat Untad belum mendapatkan kejelasan terkait waktu pelaksanaan proses pemilihan tersebut.

“Kemenristekdikti melalui Biro SDM belum menetapkan waktu pelaksanaan pemilihan tersebut, karena saat ini sedang melibatkan instansi luar yakni Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memeriksa rekam jejak para calon,” pungkas Prof Hasan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas