Home Palu

Ruang Kelas SDN Inpres 2 Talise Memprihatinkan

424
Rosdiana. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Akibat bencana gempa bumi, tsunami dan likuifkasi yang melanda Kota Palu 28 September 2018 lalu, sejumlah infrastruktur di ibukota Sulawesi Tengah itu mengalami rusak berat. Salah satunya gedung Sekolah Dasar Negerai (SDN) Inpres 2 Talise. Sekolah ini rusak akibat guncangan gempa bumi disertai dengan hantaman tsunami.

Pantauan Metrosulawesi, jika dilihat dari luar, SDN Inpres 2 Talise tampak utuh. Namun sebenarnya, diantara enam gedung kelas di sekolah itu, hanya satu gedung yang layak pakai, yakni gedung kelas V, sementara gedung kelas I, II, III, IV dan VI, sudah rusak.

Selain itu, gedung perpustakaan dan toilet pun rusak dan tidak bisa dimanfaatkan lagi dan membutuhkan perbaikan. Sayangnya, hingga kini, pihak sekolah belum mendapatkan bantuan renovasi gedung.

Akibatnya, murid terpaksa belajar di kelas darurat dari tenda dan bambu yang sempat dibangun relawan. Namun, kata dia, sebagian kelas bambu itu kini sudah dirubuhkan karena lapuk.

“Kalau dilihat dari luar, sekolah ini bagus. Tetapi setelah masuk ke dalam, semua ruangan tidak layak pakai. Cuma satu ruang kelas saja yakni kelas V, itu yang masih bagus,” kata Kepala SDN Inpres 2 Talise, Rosdiana, belum lama ini.

Meski gedung itu tidak layak pakai dan beresiko besar, Rosdiana mengaku pihaknya terpaksa menggunakan gedung kelas yang rusak itu demi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mendapatkan bantuan. Namun, hingga kini, hasilnya masih nihil. Hanya bantuan berupa peralatan sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu yang diterima, seperti tas sekolah, baju dan lainnya.

“Semoga kedepannya ada dermawan yang terbuka hatinya untuk membantu sekolah kami,” harapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas