Home Palu

Kadisdikbud Harap Perkelahian Pelajar di SMAN 1 Palu Diselesaikan Secara Kekeluargaan

438
Irwan Lahace. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace menyarankan SMAN 1 Palu menyelesaikan persoalan perkelahian antara siswanya yang terjadi belum lama dilakukan secara damai dan kekeluargaan.

“Saya memberikan kewenangan kepada pihak sekolah untuk menyelesaikan persoalan itu. Apalagi perkelahian ini sesama anak-anak di SMAN 1 Palu,” ujar Irwan melalui ponselnya, Jumat, 22 Februari 2019.

Irwan mengatakan pihaknya memberi kesempatan kepala sekolah dan dewan guru untuk mengatasi persoalan itu, agar tidak melebar.

“Saya berharap guru-guru piket di SMAN 1 Palu berfungsi atau lebih intens lagi menjaga siswanya, sehingga perkelahian seperti itu tidak terjadi kembali,” ungkapnya.

Sementara Pengamat Pendidikan Kota Palu, Dr Asep Mahpudz mengungkapkan perkelahian antar pelajar yang terjadi di SMAN 1 Palu disebabkan sekolah yang tidak kondusif lagi, sehingga suasana sekolah tidak seperti mencerminkan sekolah.

“Jadi ini tantangan bagi para kepala sekolah di tiap sekolah, agar menciptakan sekolah itu menjadi wahana untuk saling belajar,” ujarnya.

Kata Asep, dari kejadian itu, ada tiga catatan yang bisa diambil, pertama urusan gengsi senior terhadap junior. Seharusnya hubungan antara siswa dicairkan oleh pembina kesiswaan. Kedua, hubungan guru dan siswa seharusnya bisa kondusif.

“Misalnya siswanya, baik itu junior maupun senior harus saling mengayomi, sehingga prosesnya itu harus lebih ke pembimbingan dan pengarahan atau menjadi fasilitator,” ungkapnya.

Catatan ketiga kata Asep, faktor suasana sekolah yang mungkin terlalu jenuh dengan beragam kegiatan akademik, kemudian persaingan kompetitif di tiap kelas atau angkatan. Ini yang menyebabkan bisa terjadi persekusi, bully atau kekerasan di sekolah itu.

Asep meminta agar ciptakanlah suasana sekolah bisa saling membelajarkan, suasana nyaman untuk berdialog, bercengkraman, dan bersilahturahmi diantara siswa dengan siswa, guru dengan guru.

“Kepala sekolah dalam menangani kasus itu harus memanggil kedua orang tuanya, kemudian membuat suatu kesepakatan, apa yang harus di kembangkan. Saya kira SMAN 1 Palu bisa mengatasinya,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas