Ikbal Kono. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Fraksi Hanura DPRD Donggala, Ikbal Kono membantah terlibat dalam pembongkaran gudang logistik bantuan kemanusiaan. Kasus ini berawal dari aduan BPD Wani I yang menduga adanya penimbunan bantuan kemanusiaan di gudang milik Bumdes.

“Mereka menduga ada penimbunan bantuan kemanusian, seharusnya didistribusikan buka dicederai. BPD datang ke saya. Saya bilang jangan dulu. Kalau menduga boleh,” katanya kepada Metrosulawesi, Senin malam 18 Februari.

Saat itu juga kata Ikbal, BPD langsung mendatangi gudang tersebut, untuk mengecek, benar tidaknya ada penimbunan bantuan yang tersimpan di gudang tersebut. Hasil pengecekan itu kata Ikbal, BPD melihat ada dua tempat barang. Satu disimpan dalam tenda, sedangkan satunya lagi disimpan dalam gudang bundes.

Selanjutnya, katanya, pada hari Kamis 14 Februari, kelompok BPD datang menemuinya, dan mengaku sudah melihat. Atas jawaban BPD itu, pihaknya kemudian menyilakan untuk memeriksa lebih jauh isi gudang tersebut.

Saat itu katanya, sekelompok BPD itu kemudian membuka isi gudang dengan disaksikan anggota TNI dan polisi.

“Saat itu juga, saya tidak tahu siapa yang menelepon Polsek Labuan, mereka datang langsung memasang police line. Saat mereka membuka gudang itu, saya sedang berada di rumah. Saya tahu gudang itu dipolice line atas laporan dari warga,” kata Ikbal.

Namun belakangan kata Ikbal, polisi mencabut police line tersebut. Dan sejumlah bantuan kemanusiaan, seharusnya menjadi barang bukti dibagikan ke masyarakat. Sedangkan yang rusak dibuang.

“Ini penghilangan barang bukti, seharusnya belum bisa dibagikan atau dibuang,” ujarnya.

Ikbal kemudian menuding, ada konspirasi antara kepala desa dan kepolisian setempat, untuk tidak melakukan penyelidikan terkait dugaan penimbunan bantuan kemanusiaan tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolsek kecamatan Tanantovea Iptu Rentce Teldy Laloan menyesalkan tindakan salah satu anggota DPRD Donggala dari partai Hanura Ikbal Kono yang ikut melakukan pembenaran atau mendukung pengrusakan gudang logistik.

Harusnya kata Laloan, anggota DPRD Ikbal Kono berada di posisi netral atau menengahi masyarakatnya membantu mencari solusi bukan menambah gaduh persoalan.

“Analisa kami motif perusakan gudang logistik bernuansa politik, olehnya polsek berupaya memediasi dua kubu yang berseteru (kades dan BPD) tetapi gagal, mereka pihak BPD dibantu anggota DPRD dari Partai Hanura Ikbal Kono yang ngotot memaksa kami polsek menerima laporan mereka terkait tuduhan penimbunan logistik yang dilamatkan ke kades, tapi kami menolak karena laporan tersebut secara hukum tidak masuk dalam kategori pelanggaran, inti persoalannya adalah bagaiman mereka bisa tumbangkan kepala desanya,” kata Kapolsek.

Kades Desa Wani I Kecamatan Tanantovea, Andry menyayangkan sikap arogan aparatnya yang dengan sengaja merusak Gudang penampungan Logistik untuk korban bencana Gempa/Tsunami.

Walau pengrusakan gudang tersebut tidak berimbas hilangnya logistik tetapi tetap saja membuat keruh situasi di Desa Wani I tersebut.

“Padahal kalau menginginkan barang atau sembako silakan ambil dengan baik-baik. Janganlah merusak ini milik kita bersama. Semua bisa dikomunikasikan. Celakanya lagi saya dituding melakukan penimbunan logistik kan aneh juga tuduhan itu,” kata Andry.

Reporter: Udin Salim
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas