Home Palu

Peternak Diimbau Asuransikan Sapi

258
Sitti Wahdaniah. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) mengimbau peternak di daerahnya mengasuransikan ternak sapi masing-masing. Kepala Bidang Peternakan Disbunak Sulteng Sitti Wahdaniah mengungkapkan pihaknya bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) membuka asuransi usaha ternak sapi (AUTS).

“Kami imbau kepada semua peternak se Sulawesi Tengah agar mengasuransikan semua ternak sapinya,” ungkap Siti kepada Metrosulawesi, Senin, 18 Februari 2019.

Dia menerangkan program AUTS untuk melindungi peternak dari kerugian bila ternak mati. Dari total Rp200 ribu/ekor/tahun premi asuransinya, peternak cukup membayar Rp40 ribu/ekor. Itu karena pemerintah memberikan subsidi sebesar 80 persen atau Rp160 ribu/ekor/tahun.

“Jadi kalau sapi mati mendadak atau dicuri bisa diklaim dengan nominal Rp10 juta. Tapi jika ternak terpaksa harus dipotong karena kecelakaan, jaminan yang diberikan adalah selisih antara jaminan maksimum Rp10 juta dan hasil penjualan daging sapi tersebut,” terang Sitti.

Program AUTS dikatakan Sitti sudah ada sejak 2017 lalu bekerjasama dengan PT Asuransi Jasindo. Sapi yang bisa diasuransikan minimal umur 18 bulan dengan memiliki penandaan/identitas yang jelas seperti tanda tertentu pada paha atau telinga (ear tag).

“Sampai saat ini kami mencatat sudah ada 2.500 ekor sapi yang diasuransikan di Sulawesi Tengah,” ucapnya.

Program AUTS yang dimulai pada tahun 2016 secara nasional ditargetkan 120.000 ternak. Kehadiran program AUTS sebagai salah satu upaya peningkatan produksi ternak sapi untuk mencapai swasembada daging.

“Peternak yang belum mengasuransikan ternaknya silakan mendatangi Dinas Peternakan di kabupaten/kota masing-masing,” tandas Sitti.

Diketahui kebutuhan akan daging sapi di Sulteng terus mengalami peningkatan, khususnya dalam momentum perayaan hari besar keagamaan. Tahun 2017 misalnya, total kebutuhan pemotongan sapi di daerah ini sebanyak 30.743 ekor.

Dari jumlah itu rinciannya pemotongannya pada Januari 2.307 ekor, Februari, Maret dan April masing-masing 1.697 ekor, Mei 2.290 ekor dan Juni 8.466 ekor. Kemudian Juli dan Agustus masing-masing 1.697, September 3.495 ekor sapi, Oktober dan November masing-masing 1.697 ekor sapi. Khusus kebutuhan Desember bertepatan momentum Hari Raya Natal sebanyak 2.307 ekor sapi. Sementara pada 2018 lalu, angka kebutuhan pemotongan sapi meningkat menjadi 31.846 ekor.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas