Rachmat Djafar. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Pegadaian (Persero) terus melakukan transformasi agar produk dan pelayanannya semakin mudah diakses masyarakat, khususnya kaum milenial atau generasi muda di bidang syariah

”Saat ini Pegadaian terus melakukan transformasi digital dalam proses bisnisnya. Salah satunya dengan meluncurkan aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diunduh melalui Playstore maupun Appstore,” Kata, Asisten Manager Operasional Pegadaian Syariah Palu Plaza, Rachmat Djafar, Sabtu (16/2/2019).

Ia mengatakan syarat sangat mudah yakni memainkan jari jemari diatas layar smartphone dengan mendownload aplikasi Agen Pegadaian di Play Store. Kemudian, melakukan registrasi dengan mengisi identitas dan mengikuti sesuai dengan petunjuk diaplikasi tersebut.

“Manfaatkan android kita, yang mungkin selama ini hanya dipakai bersosial media, mungkin mulai sekarang bisa juga memberikan penghasilan tambahan untuk kita. Tahap awal ada diregistrasi cukup dengan beberapa data dasar seperti nomor handphone, alamat email, alamat rumah, KTP, alamat rumah,” kata Rachmat.

Lanjutnya, ketika tahap registrasi telah rampung, maka akan menunggu petugas dari pihak pegadaian syariah melakukan survei kepada pendaftar. Hasilnya, kata dia, akan diumumkan alamat email yang telah dikirimkan pada tahap registrasi.

“Banyak yang perlu diedukasi ketika serius menjadi agen, makanya kita masih gencar sosialisasi. Seperti, skema agen pemasaran, skema agen pembayaran, dan skema agen gadai. Jadi perlu dicatat, ada tiga item agen yang sangat berpotensi untuk menambah penghasilan masyarakat,” ujar Rachmat.

Kata dia, ketiga item itu memiliki langkah-langkah berbeda namun tidak berbelit-belit sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pekerjaan tambahan yang dapat menghasilkan pundi rupiah.

“Pertama, ada skema menjadi agen pemasaran. kedua, ada juga agen pembayaran serta skema agen gadai. Masing-masing punya persyaratan yang berbeda, tinggal dimantapkan setelah masyarakat resmi menjadi agen,” tuturnya.

Pegadaian Syariah di Kota Palu tidak membatasi berapapun yang akan mendaftar menjadi agen karena makin banyak yang berminat, maka potensi melebarkan pasar pegadaian makin terbuka.

“Tentunya ini secara nasional sudah disosialisasikan. Berhubungan dengan itu, tentunya ada strategi yang jelas mampu merangkul pasar dengan melibatkan masyarakat luas sebagai agen,” katanya.

Rachmat sangat berharap, informasi agen ini benar-benar sampai di masyarakat sehingga dapat memberikan referensi pekerjaan meraup penghasilan tambahan yang dilakukan dengan santai.

“Kita terus mencoba, aplikasi-aplikasi di 2019 ini memang makin digalakkan. Ada juga Pegadaian Syariah Didital (PSD) yang tujuannya memudahkan masyarakat untuk tidak jauh-jauh lagi datang di outlet ketika ingin bertransaksi sehingga tak perlu antri berjam-jam menguras waktu. Cukup melalui android,” kata Rachmat.

Pada 2019, pihaknya telah mematok target pengguna sebanyak 7.000 pengguna. Khusus wilayah Pegadaian Syariah di Sulawesi Tengah, sebagai bukti via online PSD cukup menarik di masyarakat. Aplikasi PSD telah di download dan 600 pengguna telah menggunakannya untuk transaksi sepanjang Januari 2019.

“Target syariah 7.000 pengguna. Sejak awal tahun, realisasi sampai saat ini sekitar 600 se Sulteng,” katanya.

Seiring program Otoritas Jasa Keuangan dan Majelis Ulama Indonesia dalam percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pegadaian saat ini lebih menggencarkan sebagai bentuk pengenalan produk syariah.

“Untuk itu kami terus bekerjasama dengan berbagai pihak supaya masyarakat makin paham dengan keberadaan produk-produk syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional dan pemberdayaan ekonomi ummat. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, kondisi Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkat lebih besar lagi,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas