Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pembangunan Mesjid Jami Nurul Khasanah Aceh di Kelurahan Pengawu Kecamatan Tatanga akan selesai sebelum Ramadhan 2020.

“Saya berharap sebelum Ramadhan 2020 masjid ini sudah bisa digunakan oleh warga di sekitar wilayah ini,” harap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, kepada sejumlah wartawan di Palu.

Ia mengatakan, Masjid dengan luas 20×20 meter ini akan dibangun dengan material beton pada bagian bawah, dan kayu untuk bagian atap. Selain itu, mesjid tersebut juga akan dipadukan dengan desain tradisional dan aspek kesiapsiagaan bencana.

“Desainnya mempertimbangkan aspek kesiapsiagaan bencana yang menggabungkan refleksi bangunan tradisional Tambo dan Lobo (Sulawesi Tengah), dengan desain Rumah Aceh,” katanya.

Seperti diketahui, beberapa saat pascagempa dan tsunami Palu-Donggala, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerukan penggalangan bantuan kemanusiaan oleh semua elemen masyarakat Aceh.
“Insyaallah, konstruksinya cukup kuat dan dengan perhitungan lebih akurat menggunakan aplikasi komputer. Penggalangan dana dari semua unsur dan elemen mulai Rp100 ribu sampai ada yang menyumbang Rp300 juta,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, di bawah koordinasi BPBA dan Dinsos Aceh, melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh, sejak 29 September 2018 atau sehari pascabencana, aksi penggalangan dana dilakukan.

“Sementara dana yang terkumpul kurang lebih sekitar Rp3,3 miliar. Jajaran kami yang datang ke sini tidak menggunakan dana tersebut, karena itu tidak dibenarkan aturan,” ungkap Nova Iriansyah.

Lanjut dia, kapasitas bangunan Masjid nantinya akan menampung 420 Jamaah. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi terkait mitigasi bencana dengan pemerintah Sulteng dan Lombok Nusa Tenggara Barat. Ke depan, akan diterbitkan dalam bentuk buku.

“Untuk sementara masih dibawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Nasional dan BPBD masing – masing daerah rawan bencana gempa. Kata dia, akan ada juga pelatihan mengantisipasi bencana.

“Disitulah kita akan menyamakan persepsi dan langkah selanjutnya,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas