Abdul Rasyid. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – SMP Negeri 15 Palu tahun ini akan terus mendorong keunggulan prestasi siswa melalui bidang seni dan olahraga, sebab salah satu yang diunggulkan di SMPN 15 Palu adalah prestasi teku-teku yang sudah pernah berkompetisi di tingkat Nasional, lalu sanggar seni tari, dan olahraga.

“Sejumlah prestasi tersebut kami terus dorong dan pacu, dengan melaksanakan latihan rutin setiap minggu sesuai bakat yang dimiliki siswa di bidang seni dan olahraga. Dengan begitu, siswa SMPN 15 Palu telah siap terjun pada suatu perlombaan atau event,” kata Kepala SMP Negeri 15 Palu, Abdul Rasyid di ruang kerjanya, Jumat, 15 Februari 2019.

Sementara untuk sisi akademisnya, kata Rasyid, saat ini SMPN 15 sedang berupaya maksimal mengejar ketertinggalan akademik. Peningkatakan prestasi akademik siswa itu dimulai dari penataan guru.

“Jadi untuk peningkatakan prestasi akademik siswa, guru di SMPN 15 Palu yang saya akan perbaiki dulu,” ungkapnya.

Kata Rasyid, tujuan pengembangan prestasi itu bertujuan membentuk karakter peserta didik, agar lebih positif.

“Yang jelas yang kami prioritaskan saat ini adalah prestasi seni dan olahraga. Namun bukan berarti prestasi akademik kita abaikan. Kami akan sejajarkan prestasi tersebut. Sistemnya akan bertahap, sebab input di SMPN 15 masih sedikit rendah, inilah yang kami coba perbaiki agar prestasi siswa meningkat,” ujarnya.

Rasyid mengatakan, untuk mendapatkan bibit-bibit atlet, tiap tahun pihaknya melakukan seleksi peminatan.

“Jadi siapa yang hobinya ke olahraga dan siapa ke seni, kita data dulu, karena semua ini masuk dalam kegiatan pengembangan diri,” katanya.

Kata dia, pendataan itu disesuaikan dengan bakat dan minat siswa SMPN 15 Palu.

“Saat ini sudah terbentuk bibit-bibit baru di beberapa cabang yang kita tonjolkan, diantaranya pada bidang olahraga, kami sudah ada club volly ball. Sementara bidang seni, kami sudah memiliki club tari dan sanggar seni tradisional. Secara intens mereka dibuatkan jadwal latihan. Sehingga dalam satu minggu mereka melakukan pertemuan satu sampai dua kali. Untuk beban anggaran pembayaran pelatih, kami bebankan ke dana BOS,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas