H Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu masih tetap menerapkan sistem zonasi.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu H Ansyar Sutiadi, penerapan sistem zonasi pada PPDB ini sangat bagus, sebab banyak perubahan yang terlihat saat sistem zonasi ini diberlakukan. Misalnya, dapat mengurangi tingkat kemacetan di sekolah-sekolah yang dianggap favorit di Kota Palu.

“Pemerintah Kota Palu telah menerapkan sistem zonasi pada PPDB dua tahun, hasilnya sangat memuaskan. Jika sistem zonasi pendidikan dilaksanakan secara konsisten oleh pihak sekolah, maka akan memudahkan kegiatan ekstrakurikuler sekolah, seperti sholat subuh berjamaah di masjid sekolah, pramuka, seni budaya dan kegiatan keagamaan lainnya. Sebab tempat tinggal siswa berdekatan dengan sekolah,” jelas Ansyar melalui ponselnya, Minggu, 17 Februari 2019.

Selain itu Ansyar mengatakan untuk penerapan zonasi di daerah terdampak liquifaksi akan diatur kembali sistem zonasinya.

“Penerapan sistem zonasi bertujuan juga agar terjadinya pemerataan prestasi akademik dan non akdemik pada sekolah-sekolah di Kota Palu,” katanya.

Olehnya, Ansyar berharap orang tua peserta didik jangan ragu dengan sistem zonasi yang diberlakukan saat ini.

“Kami akan kawal ketat sistem zonasi ini pada PPDB tahun ini jenjang SD dan SMP,” ujarnya.

Ansyar juga menekankan agar orang tua peserta didik tidak memasukkan anaknya yang masih dibawah umur pada jenjang pendidikan SD.

“Jika masih usianya di bawah 6 tahun, biarkanlah bersekolah di Taman Kanak-Kanak (TK), karena di usia itu masa-masa untuk bermain, belum masa belajar,” jelasnya.

Kata Ansyar, menurut para ahli, anak yang berusia dibawah 6 tahun memiliki otak emas, yang masih membutuhkan rangsangan.

“Ketika rangsangan ini baik, maka saat belajar mereka bisa lebih cepat mengerti dan lebih baik menyerap pengetahuan,” katanya.

Selain itu, Ansyar mengatakan pihaknya akan berupaya agar seluruh anak di Kota Palu bersekolah.

“Tidak boleh ada alasan apapun, semua harus sekolah. Jadi saya berharap kepada masyarakat Kota Palu, jika menemukan masyarakat yang usianya sudah masuk untuk pendidikan SD dan SMP namun tidak sekolah, laporkan ke Disdik Palu, kami akan masukkan mereka ke sekolah,” katanya.

“Persyaratan masuk sekolah bisa menyusul, asalkan ada kepedulian dari orang tua untuk anaknya sekolah. Jangan sampai telah diberikan keringanan pesyaratan masuk ke sekolah, kemudian orang tua tidak peduli, misalnya tidak mengurus Kartu Keluarga dan dokumen lainnya. Kartu Keluarga ini sangat diperlukan, apalagi untuk siswa tidak mampu,” katanya.

Ansyar juga menegaskan bahwa tidak ada lagi pungutan biaya pendidikan pada jenjang SD dan SMP di Kota Palu, karena semua dana sekolah telah di bebankan pada APBN dan APBD.

“Jadi jika ada anak tidak bersekolah, saya bingung juga apa alasanya, karena sudah gratis. Jika memang terkendala dokumen kependudukan, lapor ke saya, kami tetap berusaha masukan anaknya dulu ke sekolah, urusan persyaratan nanti belakangan,” ungkapnya.

“Jangan hanya alasan orang tua saja tidak mau menyekolahkan anaknya. Bahkan ada beberapa kasus saya melihat anak-anak dimanfaatkan untuk bekerja, marilah kita ubah pola pikir seperti itu,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas