Home Palu

Lokasi Likuifaksi Perlu Tambahan PJU-TS

239
Lurah Balaroa, Rahmansyah. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga, Lurah Balaroa, Rahmansyah sangat mengharapkan penambahan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga-Surya (PJU-TS) khususnya lokasi eks likuifaksi.

“Waktu darurat listrik memang susah. Namun berjalannya waktu, pelan-pelan sudah normal. Dengan adanya bantuan lampu ini, Alhamdulillah penerangan di lokasi likuifaksi lebih baik. Memang daerah yang terkena likuifaksi butuh sekali lampu ini,” ujar Lurah Balaroa, Rahmansyah , Kamis, 2 februari 2019.

Diketahui, Kelurahan Balaroa hanya berjarak sekitar 200 meter dari lokasi terjadinya likuifaksi (pergeseran tanah) akibat gempa akhir September 2018 lalu. Sebanyak 13.448 jiwa penduduk mendiami wilayah ini.

“Akibat bencana tersebut, lebih dari 5.000 warga Balaroa menjadi korban dan 800 diantaranya meninggal dunia. Saat ini masih banyak warga yang berada di tenda pengungsian maupun tinggal bersama keluarga mereka di luar kota,” terangnya.

Rahmansyah juga mengungkapkan bahwa terang lampu PJU-TS sangat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk aktivitas malam hari.

“Kelurahan Balaroa terdiri dari 33 RT dan 9 RW. Sedangkan yang terdampak parah akibat likufaksi ada 5 RW,” ungkapnya.

“Saya berharap wilayah yang terdampak likuifaksi juga bisa dibangun PJU-TS di beberapa titik, terutama untuk jalan menuju tempat pengungsian warga. Terutama dipinggiran eks likuifaksi, khususnya di lingkungan dua wilayah Perumnas Balaroa yang sangat minim penerangan jalan,” ungkapnya.

Hingga saat ini PJU-TS yang telah dibangun di Sulawesi Tengah sebagai bantuan penanganan pasca bencana oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) sebanyak 800 unit, dikhususkan bagi lokasi terdampak bencana tsunami dan likuifaksi, masing-masing 400 titik di wilayah Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

Selain sebagai bentuk bantuan penanganan pasca bencana, Ditjen EBTKE juga melaksanakan program pemasangan 300 unit PJU-TS di wilayah Sulawesi Tengah yang tersebar di enam kabupaten/kota. Pembangunan ini merupakan usulan Pemerintah kabupaten/kota yang diinisiasi oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Ahmad M. Ali.

Adapun kabupaten/kota yang mendapatkan alokasi pembangunan PJU-TS yakni Palu sebanyak 55 unit, Sigi 50 unit, Poso 20 unit, Donggala 106 unit, Parigi 29 unit, dan Morowali 40 unit.

PJU-TS adalah lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listriknya. Lampu PJU-TS ini sangat cocok digunakan untuk jalan-jalan di daerah yang belum terjangkau listrik PLN. Juga di daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik, terutama di daerah terpencil, karena sifatnya yang stand alone.

PJU-TS juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan seperti di kawasan jalan utama, jalan kawasan perumahan, kawasan industri, dan fasilitas umum lainnya. PJU-TS dapat menjadi solusi atas besarnya konsumsi energi dan emisi PJU. Padahal kebutuhan terhadap penerangan di malam hari terus meningkat untuk mendukung produktivitas masyarakat.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas