Home Palu

Puluhan Pol PP Kawal Penertiban Pasar Inpres

385
Nathan Pagasongan. (Foto: Yusuf Bj/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu, Nathan Pagasongan mengungkapkan pasca masa transisi darurat bencana pertama, dirinya telah menempatkan Polisi Pamong Praja menertibkan para pedagang di Pasar Inpres Manonda Palu.

“Mulai 11 Februari lalu personil Pol PP telah kami tempatkan di Pasar Inpres. Leading sektor program penertiban pasar ini adalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu,” kata Nathan saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Kamis, 14 Febrauri 2019.

Nathan mengungkapkan bahwa 30 orang Polisi Pamong Praja ditempatkan di Pasar Inpres Manonda Palu.

“Jadi pasar itu ada dua pos, pos yang dipimpin oleh Disperindag dan posko Satpol PP Palu. 30 orang ditempatkan di pasar itu, 15 orang jaga pagi dan 15 orang jaga siang, saling bergantian,” katanya.

Selain itu, kata Nathan, pada Posko Pol PP Palu juga ditempatkan 38 Polisi Pamong Praja sebagai TRC (Tim Reaksi Cepat).

“Pol PP TRC tersebut juga ditempatkan di Pos Perindagkop sebanyak 10 orang, sisanya di Posko Satpol PP Palu. Pol PP TRC ini bertugas 24 jam. Mereka aktif melakukan penertiban, terutama saat subuh atau dini hari dimana banyak pedagang yang neger atau menjual langsung dari mobil penjual sayur, ikan atau buah,” katanya.

“Itu tidak bisa dilakukan, karena barang yang mereka bawa dan jual di Pasar Inpres Manonda itu harus di jual dalam lokasi pasar. Angkut kedalam pasar, jangan langsung jualan diatas mobil penjual itu. Jadi kami mohon pedagang Pasar Inpres Manonda menaati hal ini,” tegasnya.

Nathan mengimbau para pedagang Pasar Inpres Manonda Palu agar tidak lagi berjualan di luar lokasi pasar.

“Karena sangat mengganggu lalu lintas serta terkesan kumuh,” katanya.

Kata dia, Pemerintah Kota Palu telah melakukan perbaikan fasilitas di dalam Pasar Inpres Manonda pasca bencana September 2018, sehingga tidak ada alasan bagi para pedagang di pasar itu untuk berjualan di luar lokasi pasar.

“Apalagi berjualan diatas trotoar atau badan jalan, ini kan sangat mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu. Fasilitas penjual sayur maupun penjual ikan juga sudah diperbaiki oleh Pemerintah Kota Palu, jadi tidak ada alasan untuk para pedagang berjualan di luar lokasi pasar,” tegasnya.

Nathan pun mengajak masyarakat Kota Palu, khususnya para pedagang pasar untuk selalu menaati peraturan ayng dikeluarkan Pemerintah Kota Palu untuk Palu yang lebih baik.

“Silahkan berjualan, namun tertib sesuai dengan aturan yang ada. Kami dari Satpol PP Kota Palu akan mengawal setiap kebijakan Pemerintah Kota Palu di tengah masyarakat, demi Palu yang lebih baik pasca bencana,” tutupnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas