Home Sulteng

Kementerian ESDM Bantu 300 PJU di Pasigala

293
SERAHKAN PJU-TS - Anggota Komisi Vll DPR RI H. Ahmad Ali, didampingi Perwakilan Kementerian ESDM RI, Heriansyah, saat menyerahkan Plakat dan miniatur lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga-Surya (PJU-TS) kepada Sekretaris Kecamatan Palu Barat, Ikbal Arfan, Kamis 14 Februari 2019. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) telah menyerahkan bantuan sebanyak 300 titik lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga-Surya (PJU-TS) yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah, Kamis 14 Februari 2019.

Acara yang digelar di Jalan Ketimun Kelurahan Balaroa Kecamatan Palu Barat itu dihadiri langsung oleh Anggota Komisi Vll DPR RI H. Ahmad Ali, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Yahdi Basma, Sekcam Palu Barat Lurah Balaroa dan perwakilan di masing-masing Kelurahan yang ada di Kota Palu.

Perwakilan Kementerian ESDM RI, Heriansyah mengungkapkan Ini terselenggara berkat inisiasi Anggota Komisi Vll DPR RI H. Ahmad Ali dan dari salah satu upaya Pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan dan percepatan pengembangan EBTKE dengan memanfaatkan potensi yang ada.

“Memang itu yang anggaran APBN, sementara untuk hal-hal terkait tanggap darurat kami dari Kementerian ESDM memasang sekitar 800 PJS-TS pascabencana. Di samping itu, PJU-TS berjumlah 1.000 itu sudah kami selesaikan,” ungkap Heriansyah.

Lebih lanjut dia mengungkapkan pihak Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah memberikan bantuan berupa alat pencernian air di Palu, Sigi dan Donggala beberapa waktu lalu.

“Selain itu, ada juga bantuan kami berikan sebanyak 10 unit alat penjernian air yang sudah tersebar di beberapa titik pengungsian. Di Kota Palu ada sekitar 6 unit di Kabupaten Sigi ada 3 unit dan di Donggala 1 Unit,” ungkapnya.

Menurutnya, kebutuhan terhadap PJU akan terus berkembang seiring dengan pembangunan daerah dan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan pemanfaatan PJU secara otomatis akan meningkatkan konsumsi energi listrik dan turut menyumbang emisi gas rumah kaca ke udara.

“Besarnya konsumsi energi dan emisi PJU ini, disebabkan karena sebagian besar masih menggunakan teknologi lampu yang boros dengan masa pakai yang relatif singkat. Kami mohon kepada masyarakat setelah pemasangan lampu PJS-TS ini dilakukan harus di jaga dengan baik,” harapnya.

Selain itu, ia menjelaskan mayoritas pembangkit PLN yang memberikan daya ke PJU adalah pembangkit yang menggunakan sumber energi dari fosil, seperti batu bara dan bahan bakar minyak. Oleh karenanya, penggunaan PJU-TS diharapkan dapat menjadi solusi atas kondisi ini.

“PJU-TS memanfaatkan potensi energi matahari yang diubah menjadi energi listrik melalui proses yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi. Lampu yang digunakan adalah jenis LED, sehingga lebih hemat energi dan memiliki masa pakai yang lebih panjang,” jelasnya.

Heriansyah menuturkan bahwa pembangunan PJU-TS di Palu, Sigi dan Donggala menggunakan APBN Tahun Anggaran 2018 dan dilaksanakan atas usulan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pengembangan EBT ini tidak terlepas dari peran komisi VII DPR RI dan Pemerintah yang sangat berperan aktif dalam program pemulihan, percepatan pengembangan EBT ” tuturnya.

“Kami berharap Pemda berperan aktif dan inisiatif dalam koordinasi untuk melaksanakan program-program EBT kedepannya. Ditjen EBTKE siap membantu berupa dukungan teknis guna meningkatkan kapasitas aparatur Pemda terhadap pengembangan EBT ” imbuhnya.

Perwakilan Perangkat Daerah Kota Palu di wakili oleh Sekretaris Kecamatan Palu Barat, Ikbal Arfan menyampaikan komitmen untuk mengawal proses pembangunan PJU-TS. Ia mengungkapkan sebagai mana yang di ketahui bahwa dua wilayah terdampak parah akibat bencana yaitu di Kelurahan Balaroa dan Kelurahan Lere.

“Kami merasa sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari Kementerian ESDM RI berupa lampu PJU-TS. Sementara Kota ada sebanyak 55 titik khusus untuk Kecamatan Palu Barat ada 7 titik. Harapan ke depan program-program Pemerintah Pusat dapat sampai di Kecamatan ini dan kami siap untuk mengawal proses pembangunannya,” pungkas Sekretaris Kecamatan Palu Barat, Ikbal Arfan.

Reporter: Fikri Alihana, Eddy
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas