Supardi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pembukaan pendaftaran CPNS di wilayah terdampak bencana yaitu Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (Padagimo) yang sedianya pada Maret, akhirnya dimajukan. Kepala UPT Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palu Supardi menerangkan keputusan tersebut diambil mempertimbangkan waktu.

“Pelaksanaan CPNS daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah harus selesai Maret, makanya dimajukan. Kalau pendaftaran baru dibuka 1 Maret, tidak cukup waktunya karena banyak proses yang harus dilalui,” terang Supardi kepada Metrosulawesi, Kamis, 14 Februari 2019.

Dia mengatakan pendaftaran CPNS di Padagimo untuk lima pemerintahan yaitu Pemprov Sulteng, Pemkot Palu, Pemkab Donggala, Pemkab Sigi dan Pemkab Parimo mulai dibuka Rabu, 13 Februari. Pendaftaran hanya dibuka sepekan yang akan ditutup pada 19 Februari 2019.

Pendaftaran kata Supardi dapat dilakukan melalui website sscn.bkn.go.id yang telah dipublikasikan lewat fanpage Facebook UPT BKN Palu. Bagi yang sudah melakukan pendaftaran diberi waktu untuk menyetor atau melengkapi berkas hingga 22 Februari mendatang.

“Untuk informasi lebih lanjut terkait formasi dan tata cara pemasukan berkas administrasi silakan lihat diwebsite instansi yang dilamar atau mendatangi langsung kantornya,” ucapnya.

Terkait waktu pelaksanaan tes, Supardi belum bisa memberi kepastian karena masih bersifat jadwal internal BKN yang belum bisa dipublikasikan ke masyarakat. Namun dipastikan saat jadwal tes sudah final, BKN akan mengumumkan ke pendaftar.

“Kami belum bisa ekspos jadwal tes karena menayangkut sarana dan prasana, tapi nanti pasti akan dimumumkan,” ujar Supadi.

Supardi mengungkapkan pelaksanaan tes CPNS Padagimo dipusatkan di Palu. Saat ini pihaknya tengah mematangkan sejumlah opsi tempat pelaksanaan tes. Opsi yang disiapkan yaitu Gedung LPMP Sulteng, Gedung Pariwisata Sulteng dan Mess Pemda Donggala di Jalan Diponegoro Palu.

“Sesuai hasil survei, dari tiga opsi itu hanya Mess Pemda Donggala yang kami anggap layak, tapi saat ini belum disetujui Pemda. Itu karena bukan hanya pendaftar provinsi yang menggunakan, tapi juga dari kabupaten/kota. Mess Pemda Donggala kami anggap layak karena disana sudah ada ruang tunggu, ada ruang loker dan ada ruangan tesnya,” ungkap dia.

Apabila Mess Pemda Donggala disepakati, pelaksanaan tes akan menggunakan 300 komputer yang disiapkan UPT BKN Palu dan masing-masing pemerintah daerah. Dalam sehari ditarget lima sesi dengan jumlah 50 peserta setiap sesi.

“Jadi kalau 300 komputer itu berfungsi semua berarti dalam sehari bisa selesai 1.500 peserta,” pungkas Supardi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas