SUDAH NORMAL - General Manager PT Pelindo IV Cabang Palu Nengah Suryana (kedua dari kiri) saat memantau langsung uji coba container crane yang sengaja didatangkan dari Bitung, Kamis 14 Februari 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)
  • Pelindo Palu Uji Coba Crane dari Bitung

Setelah lebih dari empat bulan pascabencana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Pantolan tidak terlayani maksimal, pihak PT Pelayaran Indonesia (Pelindo) IV Cabang Palu akhirnya memastikan pelayanan akan kembali normal. Pelindo IV Cabang Palu sudah melakukan uji coba alat derek peti kemas/kontainer (container crane) pengganti crane yang roboh, Kamis 14 Februari 2019.

PROSES bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Pantoloan pasca bencana tidak terlayani maksimal akibat robohnya container crane pasca diterjang tsunami 28 September 2018 lalu. Banyak pihak yang mengeluhkan hal ini, terutama masyarakat dan konsumen pengguna jasa pengiriman peti kemas.

General Manager PT Pelindo IV Cabang Palu Nengah Suryana memastikan pelayanan bongkar muat peti kemas akan kembali normal, setidaknya mulai hari ini.

“Setelah gempa CC (container crane) yang roboh itu kita minta pengganti dari Bitung, dan syukur sudah dikasih pengganti. Hari ini kita sudah uji coba, mudah-mudahan kalau ini sudah bisa beroperasi dengan bagus ya kinerja kita yang sebelum gempa itu bisa normal kembali lah,” ungkap Nengah Suryana saat ditemui sedang memantau uji coba crane container di Dermaga Pantoloan, Kamis 14 Februari 2019.

“Mudah-mudahan bisa hari ini (kemarin), paling lambat besok lah (hari ini) kita bisa operasikan,” jelasnya.

Saat bencana container crane di Dermaga Pantoloan roboh, bongkar muat peti kemas di dermaga tersebut terpaksa hanya menggunakan container crane masing-masing kapal. Kemampuan bongkar muat container crane kapal tidak semaksimal crane dermaga, sehingga proses bongkar muat lebih lama.

Kecepatan kerja crane dermaga bisa sampai dengan 20 peti kemas per jam, setara dengan dua hari per kapal paling lama. Sementara crane kapal hanya mampu memindahkan sebanyak enam hingga tujuh peti kemas per jam, atau selama sepekan untuk bongkar muat satu buah kapal.

Selain terkendala crane yang roboh, jumlah kapal yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Pantoloan juga meningkat pasca rusaknya sejumlah dermaga di daerah ini. Sehingga terjadi antrean kapal angkut peti kemas yang cukup memakan waktu di Dermaga Pantoloan.

“Pascagempa ini kunjungan kapal cukup banyak ini, karena kita banyak limpahan dari Wani, dari Donggala, sehingga satu kali kunjungan bisa sampai dengan sepuluh kapal. Nah sepuluh kapal itu yang tertampung hanya empat kapal, ya yang ngantre bisa enam kapal nih. Ini ada sekitar empat sampai lima kapal yang ngantre di luar, memang tambatan kita juga terbatas,” ungkap nengah Suryana sambil menunjuk beberapa kapal yang mengantre di luar dermaga.

Meski begitu, Suryana memastikan setelah crane yang sengaja didatangkan dari Bitung tersebut bisa beroperasional maka proses bongkar muat akan kembali normal. Sehingga konsumen dan masyarakat tidak lagi mengeluhkan pelayanan yang ada.

Container crane yang didatangkan daeri Bitung tersebut sudah hampir dua minggu berada di Dermaga Pantoloan, namun belum dapat digunakan akibat sejumlah komponen mengalami kerusakan selama perjalanan pengiriman menuju Pantoloan. Kinerja crane pengganti tersebut setara dengan kemampuan crane sebelumnya yang roboh.

Sebelumnya, sempat ramai di sosial media para konsumen dan masyarakat mengeluhkan adanya keterlambatan bongkar muat peti kemas. bahkan ada yang menyebut bongkar muat peti kemas terpaksa dilakukan di Makassar karena lambannya pelayanan di Dermaga Pantoloan.
Terkait hal itu, Nengah Suryana tidak membantah.

“Bisa ia bisa tidak ya. Karena kalau dia juga terlalu lama ngantre berfikir biaya. Kondisi di Pantoloan sendiri dengan pasca gempa ini kinerja kita menurun. Yang tadinya kalau kita handle peti kemas bisa dua hari maksimal sekarang bisa lima hari, kalau muatannya banyak bisa tujuh hari malah untuk handle satu kapal,” ujarnya.

Selain mendatangkan crane pengganti, pihak Pelindo juga telah mendatangkan berbagai alat operasional lainnya untuk menunjang kinerja operasional bongkar muat peti kemas di Dermaga Pantoloan, misalnya mendatangkan sejumlah truk muat.

Untuk jangka panjang, pihak Pelindo juga berencana akan menambah panjang dermaga sekitar 120 meter. Sehingga kapasitas dermaga bisa lebih banyak menampung kapal yang berlabuh di sana.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas