AUDIENS - Lurah Buluri Anwar Daud saat audiens bersama LPM Buluri dan warga setempat, Senin, 11 Februari 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu mengungkapkan ada oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kelurahan itu diduga kuat ikut menerima bantuan multiguna dari Yayasan Sayangi Tunas Cilik berupa uang tunai senilai Rp1,250 juta.

Salah seorang perwakilan warga Buluri Dahlin mengatakan dugaan itu berdasarkan hasil laporan dari warga Buluri yang mendatangi rumahnya untuk membantu meminta kejelasan terkait penyaluran bantuan multiguna di Kelurahan Buluri.

“Warga datang sama saya melaporkan ada PNS yang terima bantuan multiguna. Warga itu ada yang menangis dan marah karena tidak dapat bantuan,” kata Dahlin, Selasa, 12 Februari 2019.

Padahal kata Dahlin, PNS sama sekali tidak masuk dalam kategori penerima bantuan multiguna. Menurut Dahlin, yang tidak dapat menerima bantuan tersebut diantaranya pegawai pemerintahan atau swasta serta warga yang memiliki gaji tetap.

“PNS sama sekali tidak menerima apa-apa. Sekalipun rumahnya rusak, tapi ia pegawai pemerintah, masih ada gaji, lalu kenapa ada yang dapat,” jelasnya.

Sebelumnya juga, Dahlin bersama puluhan warga Buluri mendatangi Kantor Kelurahan Buluri meminta data-data penerima bantuan multiguna. Dalam pertemuan tersebut, pihak kelurahan sama sekali tidak memberikan data tersebut.

Lurah Buluri, Anwat Daud, mengatakan bantuan itu sudah jelas untuk warga yang membutuhkan. Sementara terkait data penerima bantuan ada dipanitia yang melakukan pendataan di Kelurahan Buluri.

“Itu panitia yang data dan bantuannya langsung dibawakan kepada penerima bantuan,” katanya.

Penerima bantuan multiguna ini dibagi dalam tiga kategori, diantaranya kategori pertama penerima bantuan adalah warga yang rumahnya rusak parah berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kategori kedua, warga yang kehilangan mata pencaharian yakni kehilangan aset produktif dan kesempatan bekerja. Kategori terakhir, warga yang rentan, diantaranya janda atau duda sebagai kepala keluarga, lansia sebagai kepala keluarga, sakit keras, trauma, yatim piatu, ibu hamil atau menyusui serta memiliki anak dibawah usia 2 tahun. Kemudian anak kekurangan gizi, perogram keluarga harapan, dua anak atau lebih yang masih bersekolah dan warga yang bertempat tinggal di rumah sangat sederhana atau miskin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas