BERSAMA MULYONO - Prof Patta Tope (kanan) bersama Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Mulyono saat sertijab Kepala Bappeda Sulteng kepada Ramlan Yunus sebagai pelaksana tugas di Palu, Senin, 11 Februari 2019. (Foto: Humas Pemprov)
  • Haris: Patta Toppe Tidak Bermasalah

Palu, Metrosulawesi.id – Pengunduran diri Prof Patta Tope sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng kini terkuak. Melalui Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng Moh Haris Kariming menerangkan Patta Tope mundur demi penyesuaian kenaikan pangkat fungsional guru besar ke Ive di Universitas Tadulako (Untad).

“Prof Patta Tope meletakan jabatan struktural pejabat tinggi pratama sebagai ke Bappeda atas kemauan beliau sendiri dengan pertimbangan untuk mengejar penyesuaian kenaikan pangkat fungsional guru besar ke IV E,” terang Haris melalui rilisnya, Senin, 11 Februari 2019.

Haris juga menerangkan mundurnya Patta Tope demi menjaga aturan yang sering berubah agar bisa kembali dari jabatan struktural ke jabatan fungsional akademisi sebagai guru besar di Untad.

“Jabatan fungsional guru besar akademisi di Untad pensiun pada umur 70 tahun, sedangkan struktural pejabat tinggi pratama hanya sampai 58 tahun,” ucapnya.

Karo Humas menegaskan dalam jabatan Patta Tope sebagai Kepala Bappeda Sulteng tidak ada masalah dalam melaksanakan amanah yang dipercayakan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola.

“Sebagai akademisi guru besar di Untad, Prof Patta Tope tetap akan mengawal dan membantu memberikan buah pikiran serta saran dalam menyukseskan visi misi bapak Longki Djanggola sebagai Gubernur Sulawesi Tengah,” tandas Haris.

Sementara itu, Patta Tope usai serah terima jabatan (sertijab) mengatakan dengan kemundurannya bukan berarti akan berhenti berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya tidak mengundurkan diri dari pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, cuma kan saya ini orang akademisi, jadi asal saya memang dari perguruan tinggi dan memang harus sudah begitu. Dimanapun orang bekerja, kalau misalnya sudah tiba masanya, pasti kembali keasalnya,” ujar Patta Tope.

Dia mengaku kedepan akan lebih fokus dalam rutinitas sebagai akademisi. Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Untad itu berjanji akan tetap memberikan sumbangan pikiran yang terbaik untuk daerah ini.

Patta Tope berpesan kepada jajaran Bappeda Sulteng agar sistem yang sudah terbangun tetap bisa berjalan. Beberapa hal yang ditekankan terkait disiplin, baik disiplin perencanaan, disiplin penganggaran, maupun disiplin waktu kerja yang harus tetap dilanjutkan.

“Dan tentu yang belum maksimal saya minta diperbaiki, dan yang sudah dianggap maksimal, saya minta itu untuk dipertahankan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Keputusan mengejutkan diambil oleh Patta Tope yang melepaskan jabatan Kepala Bappeda Provinsi Sulteng. Ia resmi menyerahkan tongkat estafet Kepala Bappeda Sulteng kepada Ramlan Yunus sebagai pelaksana tugas, Senin, 11 Februari 2019.

Sertijab disaksikan Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Setdaprov Sulteng Mulyono di Ruang Kerja Kepala Bappeda Sulteng di Jalan Moh Yamin Palu. Jabatan definitif Ramlan Yunus sendiri yaitu sebagai Sekretaris Bappeda Sulteng.

Mewakili gubernur, Mulyono mengaku menghargai keputusan Prof Patta Tope yang berniat kembali mengabdi sebagai akademisi.

“Hidup adalah pilihan dan beliau menjadi Kepala Bappeda merupakan pilihan beliau. Kini memilih kembali ke akademisi juga merupakan pilihan dan tentunya kalau pilihan sendiri sudah pasti hasilnya bagus,” tutur Mulyono.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas