Dr. Rafiuddin Nurdin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Palu kini menggunakan digitalisasi, atau yang dikenal dengan istilah digital library. Hal ini adalah satu langkah maju yang dilakukan Unismuh Palu sebagai wujud kampus berkemajuan.

Saat ini Perpustakaan Unismuh telah memiliki ratusan judul buku yang telah terdaftar dalam database sistem perpustakaan digital. Para mahasiswa dan dosen jika ingin melihat buku yang tersedia, cukup mengunjungi website perpustakaan, yakni perpustakaan. unismuhpalu. ac. id.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unismuh Palu, Dr. Raifuddin Nurdin mengungkapkan, dalam website itu dilengkapi dengan statistik peminjaman buku, jadwal pengembalian buku, dan jumlah buku yang tersedia. Dengan begitu, pengguna maupun petugas perpustakaan dapat selalu memonitor ketersediaan buku, daftar buku baru, peminjaman buku dan pengembalian buku.

“Kedepannya akan dilakukan integrasi database perpustakaan induk universitas dengan perpustakaan yang ada di fakultas masing-masing,” ungkap Raifuddin di Palu belum lama ini.

Kata dia, Digital Library pada saat ini menjadi penting bagi seluruh perpustakaan kampus, karena di era digital ini, tantangan perpustakaan konvensional semakin banyak.

“Perpustakaan kini tak lagi hanya bangga dengan banyaknya tumpukan koleksi di raknya. Karena perilaku pencarian informasi pemakai yang dilayani juga mengalami perubahan seiring dengan kemajuan teknologi informasi,” ujarnya.

“Agar perpustakaan tetap eksis sesuai dengan kemajuan teknologi, maka harus mampu mengembangkan diri. Salah satunya adalah dengan membangun perpustakaan digital atau e-library. Dengan ini pelayanan perpustakaan kampus akan terlihat semakin profesional,” katanya.

Raifuddin menjelaskan, digital library ini bukan hanya sekedar koleksi bahan pustaka saja, tetapi dapat memberi berbagai macam layanan pada semua pengguna.

“Digital library juga memberikan kepada pengguna kepuasan akan kebutuhan mereka terhadap hal-hal yang dibutuhkan untuk manajemen, akses, penyimpanan, dan bermacam informasi, yang tersimpan dalam koleksi bahan pustaka yang merepresentasikan kepemilikan dari perpustakaan,” jelasnya.

Kata Raifuddin, saat ini adalah langkah tepat melakukan digitalisasi sistem perpustakaan, sebagai bentuk jawaban tantangan di era 4.0, dimana hampir semua aktivitas mengarah pada digitalisasi.

Hanya saja kata Raifuddin, kapasitas Mega Byte per second (Mbps) perlu ditingkatkan, untuk mempermudah mahasiswa maupun dosen membuka fitur-fitur pada website tersebut.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas