Deretan pedagang di Pantai Talise. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejak dihantam tsunami pada akhir September 2018 lalu, Pantai Talise Kota Palu porak poranda tidak terdengar kabarnya. Padahal pantai indah ini menjadi tujuan wisata Kota Palu.

Jembatan Palu IV atau yang dikenal sebagai Jembatan Kuning yang menjadi ikon Kota Palu telah tiada, menyisakan muara sungai seperti kondisi sebelum jembatan dibangun.

Pantauan Metrosulawesi di beberapa titik kondisinya masih berserakan, badan jalan tergerus ombak, bahkan ada bagian yang mengalami penurunan tanah, jika air laut pasang sebagian daratan akan terendam.

Namun masyarakat Kota Palu tak mau berlarut dalam kesedihan, mereka kembali beraktifitas menggerakkan ekonomi keluarga.

Dari arah bekas jembatan kuning hingga ke patung kuda, sepanjang jalan di pinggir pantai telah ramai ditempati warung dan lapak buah. Mereka adalah warga sekitar yang sebelum musibah juga berjualan di lokasi ini.

Para pedagang ini menyajikan makanan ringan dan minuman serta buah bagi pengunjung. Mereka mulai buka sore hingga malam, namun ada juga yang buka sejak pagi dan siang.

Para pedagang terbantu dengan kedatangan pengunjung yang setiap hari datang ke lokasi ini. Sementara, tampak juga terlihat kendaraan yang melewati Pesisir Pantai Talise Palu.

“ Saya masih ingat yang pertama kali berjualan di pantai ini adalah pedagang kacang rebus warga sekitar pantai, kemudian diikuti pedagang lainnya,” kata Aco warga Kota Palu.

Menurutnya, kunjungan wisatawan memberi kesempatan warga untuk berjualan, mereka kembali bangkit dari keterpurukan setelah dilanda gempa dan tsunami.

“Para pedagang ini menyajikan makanan ringan dan minuman serta buah bagi pengunjung. Mereka mulai buka sore hingga malam, namun ada juga yang buka sejak pagi dan siang,” ujarnya.

Geliat ekonomi warga ini digerakkan oleh kunjungan warga Sulawesi Tengah atau luar daerah yang ingin menikmati Pantai Talise. Sore hingga malam adalah waktu yang ramai oleh wisatawan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas