BERI KETERANGAN - Ketua DPW Badan Advokasi dan Hukum (Bahu) Partai NasDem Sulawesi Tengah, Azriadi Bachry Malewa (kedua dari kanan) dalam suatu acara jumpa pers. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus penghilangan deosito senilai Rp1 miliar lebih di kantor kas Bank Sulteng Bahodopi terus bergulir. Yuliawati M Yasin, pemilik dana tersebut tetap meminta pertanggung jawaban terhadap bank milik Pemda Sulteng tersebut.

“Bagi kami tidak mau tahu apakah itu perbuatan individu atau tidak. Kami tetap berharap agar pihak bank tetap bertanggung jawab, karena ini kan atas nama lembaganya,” kata Ketua DPW Badan Advokasi dan Hukum (Bahu) Partai NasDem Sulawesi Tengah, Azriadi Bachry Malewa selaku kuasa hukum Yuliawati M Yasin, kepada Metrosulawesi, Kamis 7 Februari 2019.

Azriadi mengatakan, pihaknya sudah mengadukan permasalahan tersebut ke Polda Sulteng sejak beberapa waktu lalu.

“Informasi yang saya dapat, pihak Polda Sulteng sudah menetapkan satu tersangka, yakni kepala unit Bank Sulteng Bahodopi,” katanya.

Azriadi mengapreasi penetapan tersangka tersebut, namun demikian pihaknya tetap meminta Bank Sulteng tetap bertanggung jawab untuk mengembalikan dana tersebut.

“Ini jumlahnya tidak sedikit. Kami tetap meminta agar dana itu dikembalikan,” kata Azriadi.

Jika saat ini katanya, Polda Sulteng telah menetapkan tersangkanya, maka itu urusan lain. Tetapi secara kelembagaan, pihaknya mendesak agar Bank Sulteng tetap harus mengembalikan dana tersebut.

“Intinya kami menginginkan agar dana itu dikembalikan,” tegasnya.

Azriadi mengatakan, deposito yang dilakukan kliennya dilengkapi dengan dokumen atas nama Bank Sulteng.

“Sayangnya, saat kami ingin menarik uang itu, ternyata di rekening nihil,” ujarnya.

Kasus raibnya deposito senilai Rp1 miliar lebih tersebut, sebelumnya sudah sempat diselesaikan secara damai dengan membuat kesepakatan bersama. Surat kesepakatan bersama itu dibuat pada tanggal 6 Agustus 2018 masing-masing ditandatangani Muhammad Rum SH (Kepala Bagian Hukum PT Bank Sulteng) sebagai pihak pertama dan Yuliawati M Yasin, selaku nasabah atau pihak kedua. Sayangnya, kesepakatan bersama itu tidak menyelesaikan permasalahan.

Terkait dengan persoalan ini, Kepala OJK Sulteng, Syukri A Yunus kala itu mengatakan, pihak OJK telah meminta bank membuat langkah penyelesaian masalah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“OJK sejak terjadinya permasalahan di sekitar awal 2018 telah melakukan beberapa tindakan. Di antaranya meminta klarifikasi kepada direksi bank terkait kronologis permasalahan,” ungkap Syukri A Yunus saat dimintai tanggapan terkait kasus tersebut, Kamis 22 November 2018 lalu.

“OJK telah meminta bank membuat action plan penyelesaian masalah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” kata dia.

Berdasarkan jawaban bank dan dikuatkan oleh hasil telaah OJK, kata dia, perbuatan dugaan tindak pidana dimaksud dilakukan oleh oknum pegawai bank milik pemerintah tersebut.

OJK memandang perlu dilakukan penyelidikan oleh penegak hukum dan telah meminta pihak bank untuk melapor ke kepolisian.

Selain itu, OJK juga terus memantau proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.

“OJK tidak mentoleransi segala bentuk fraud/penyelewengan di Industri Jasa Keuangan dan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat,” tegasnya.

Terkait hal itu, OJK telah meminta bank untuk meningkatkan prinsip kehati-hatian, menjalankan quality assurance yang ketat, serta secara reguler melakukan pemeriksaan internal guna memastikan prinsip tata kelola yang baik telah dilaksanakan.

Sementara itu, pihak Bank Sulteng yang coba dikonfirmasi membenarkan adanya kasus itu. Pihak bank menyebut kasus itu bahkan sebelumnya sudah ditangani Kepolisian setempat.

“Hal tersebut sebenarnya sudah ditangani pihak Kepolisian di Bungku (Morowali) Pak,” jawab Humas Bank Sulteng Tanjung saat coba dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, nasabah Bank Sulteng atas nama Yuliawati M Yasin melaporkan Bank Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah itu ke Kepolisian akibat ketidakjelasan dananya sebesar Rp1.043.000.000 yang disimpan dalam bentuk tabungan deposito di Bank Sulteng. Kala itu yang menjadi kepala kantor kas Bank Sulteng, adalah Collis R Alui.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas