Home Pendidikan

Yayasan Sukma Bangsa Bangun Sekolah di Sigi

433
CENDERAMATA - Bupati Sigi Irwan Lapatta memberikan cenderamata ke direktur eksekusif pembangunan yayasan Sukma Bangsa, Ahmad Baedowi, usai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di kantor bupati Sigi sementara di Dolo. (Foto: Humas)

Sigi, Metrosulawesi.id – Bupati Sigi Mohammad Irwan Lapatta, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka rencana pembangunan sekolah Sukma Bangsa di kabupaten Sigi, bertempat di kantor bupati Sigi sementara di Dolo, Rabu, 6 Februari 2019. Pembukaan FGD ini turut dihadiri direktur eksekusif pembangunan yayasan Sukma Bangsa, Ahmad Baedowi bersama rombongan. Plt Kadis Pendidikan Sigi, Kaimuddin Ponulele, dan kepala UPT pendidikan di lingkup Pemkab Sigi.

Direktur eksekusif pembangunan yayasan Sukma Bangsa, Ahmad Baedowi, mengatakan sektor pendidikan merupakan satu bidang garap yang sangat penting dalam usaha rekonstruksi, pascabencana 28 september 2018 di Sigi.

Kata dia, bidang pendidikan itu meliputi pembangunan kembali sarana, dan prasarana pendidikan yang hancur, maupun pengembangan sumber daya manusia.

“Oleh karena itu pembangunan kembali bidang pendidikan merupakan salah satu aspek sangat mendasar dalam proses rehabilitasi, dan rekonstruksi di Sigi pascabencana gempa. Kemudian yayasan Sukma Bangsa siap berkontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan Sigi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bersama bidang-bidang penting lain sosial budaya, ekonomi, dan politik, maka pembangunan bidang pendidikan juga mutlak diperlukan. Karena akan sangat menentukan masa depan kabupaten sigi. Dalam kerangka ini pula, pihak Pemerintah bersama pihak swasta, dan lembaga asing memberi perhatian sangat besar dalam membangun kembali sarana, dan prasarana pendidikan di kabupaten Sigi.

“Kita secara intensif terlibat dalam rehabilitasi, dan pembangunan gedung-gedung sekolah, penyelenggaraan pendidikan darurat, dan pembangunan mental anak-anak yang mengalami trauma psikologis akibat musibah ini,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sigi Irwan Lapatta menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak termasuk jajaran dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Sigi, yang sudah tanggap dan sudah melakukan pendataan sekolah rusak akibat bencana lalu.

“Demikian pula dengan guru-guru yang menjadi korban bencana, kita bertekad membangun kembali pendidikan di Sigi,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, pembangunan sekolah ini didedikasikan untuk masyarakat Sigi jadi korban gempa, dan likuifaksi. Dengan bencana ini pula sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara akademik, maka sekolah sukma bangsa di Sigi dipastikan akan mulai beroperasi pada tahun 2020 mendatang.

“Oleh karena itu pada kesempatan focus group discussion (FGD) ini sekaligus memberikan informasi tentang rencana pembangunan sekolah sukma bangsa. Sehingga kita dapat bersama-sama memberi masukan dan saran serta dapat melakukan kajian secara komprehensif aspek pendukung sarana dan prasarana kependidikan di lingkungan masyarakat Sigi, termasuk kajian nilai-nilai budaya lokalnya,” terangnya.

Diakhir sambutannya Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada direktur yayasan sukma bangsa, ahmad baedowi, yang sudah meluangkan waktu untuk datang di kabupaten sigi. Sehingga bertemu langsung dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan di kabupaten sigi, dalam rangka persiapan rencana pembangunan sekolah sukma bangsa di 4 wilayah di Sigi.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas