Home Hukum & Kriminal

Polda Amankan Ribuan Kosmetik Produksi Rumahan

316
KOSMETIK RUMAHAN - Wadir Dit Krimsus AKBP Setiadi Sik (tengah) didampingi Kasubit Penmas Kompol Sugeng dan Kasubdit I Industri dan Perdagangan, AKP Dirham Salama, saat gelar barang bukti di Mapolda Sulteng, Rabu 6 Februari 2019. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)
  • Dipasarkan Lewat FB hingga Luar Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Hati-hati bagi anda yang menggunakan kosmetik untuk pemutih. Polda Sulteng menggerebek sebuah rumah yang memproduksi berbagai jenis kosmetik terdiri dari handbody hingga lulur tanpa izin edar.

Wakil Direkturt Kriminal Khusus (Wadirkrimsus) Polda Sulteng, AKBP Setiadi SIK, kepada wartawan mengatakan, pengungkapan terhadap kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat, tentang banyaknya beredar kosmetik terutama handbody dan lulur, tanpa ada izin edarnya.

“Setelah mendapat laporan tersebut, kami langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap lokasi tempat pembuatan alat kosmetik tersebut, yang berada di sebuah rumah kontrakan, di Jalan Tolambu, Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, dan berhasil mengamankan oknum pemilik kosmetik racikan tersebut yang berinisial RF alias RI,” kata Setiadi di Mapolda Sulteng, Rabu 6 Februari 2019.

Setiadi mengatakan, hingga saat ini RF pemilik ratusan kosmetik racikan tanpa izin edar itu masih berstatus saksi.

“Namun, kami sudah melakukan koordinasi dengan Balai POM Kota Palu, yang menyimpulkan bahwa benar barang bukti berupa obat dan kosmetik tidak memiliki izin edar,” ungkapnya.

Setiadi juga mengatakan, saat ini oknum pemilik kosmetik tersebut, masih dikenakan wajib lapor, dan pihaknya melaksanakan gelar perkara. Kesimpulannya, proses penyelidikan yang dilakukan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Telah melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara denda Rp1,5 miliar,” tegasnya.

Kasubdit I Industri dan Perdagangan, AKP Dirham Salama yang dihubungi Metrosulawesi mengatakan, kasus kosmetik tanpa izin dipasarkan melalui media sosial Facebook.

“Dan pembelinya sampai di luar Kota Palu,” ucapnya.

Saat penggeledahan di lokasi petugas menemukan barang bukti yang digunakan untuk meracik handbody dan lulur, berupa, satu buah Micxer Merk Kirin, tujuh buah Loyang Besar dan kecil, tiga buah Sendok, dua buah satula, enam buah sendok makan, enam buah ember berbagai ukuran.

Selain itu petugas juga menemukan, 645 Cup ukuran 200 ML, Hend Body Sofie, 66 Cup ukuran 200 ML, Lulur Sofie berwarna biru, 52 Cup ukuran 200 ML, Lulur Sofie berwarna Hijau, 51 Cup ukuran 200 ML,Lulur Sofie berwarna merah muda, 50 Cup ukuran 200 ML berwarna bening dalam keadaan kosong, 9 Cup kecil Whitening Nigh Cream, 5 buah Serum Brightening Cleanser, 52 Dos Air Mawar, 170 picis Krim Zam-Zam dan 1300 lembar Stiker bulat bertuliskan Handbody Sofie.

Masih terkait dengan kosmetik tanpa izin edar, polisi juga memeriksa seorang perempuan berinsial HT alias TA. HT diamankan di rumahnya di Jalan Beo, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikolore Palu, sekitar pukul 15.30 wita, Jumat 11 Januari 2019.

“Pemilik ribuan kosmetik itu, seorang wanita yang berinisial HT alias TA, kami amankan untuk dimintai keterangan, dan saat ini pemilik kosmetik tersebut masih berstatus saksi,” ungkapnya.

Setiadi juga mengatakan, saat ini oknum pemilik kosmetik tersebut, masih dikenakan wajib lapor, dan pihaknya melaksanakan gelar perkara dengan kesimpulan proses penyelidikan yang dilakukan, dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Reporter: Eddy
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas