DI JAKARTA - Wakil bupati Sigi Paulina mengikuti rapat dengan jajaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, baru-baru ini. (Foto: Humas)

Sigi, Metrosulawesi.id – Wakil Bupati (Wabup) Sigi, Paulina, menghadiri pertemuan bersama pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, baru-baru ini.

Wabup Sigi Paulina, pada kesempatan itu mendesak dan meminta agar penempatan patok/batas wilayah zona merah di Sulawesi Tengah khususnya di Sigi diperjelas.

“Ini agar masyakarat memperoleh kejelasan untuk membangun kembali di lokasi yang sama atau harus direlokasi, selain itu Pemkab pun dapat segera menyelesaikan data relokasi/rekonstruksi,” ungkap Wabup.

Desakan Paulina pun direspons oleh Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo. Doni meminta dan mengarahkan BMKG untuk segera menyelesaikan penempatan patok/batas tersebut dalam waktu dekat.

“Semoga keinginan kita segera terealisasi untuk menentukan zona merah yang tidak dapat ditempati di Sigi,” terangnya.

Pada pertemuan tersebut juga yang menjadi salah satu pokok bahasan, kata dia, adalah tindak lanjut arahan Wapres JK, saat berkunjung ke Palu 31 Januari 2019 lalu, terkait pemberian dana santunan bagi ahli waris korban meninggal, pada bencana 28 September 2018.

Dia menjelaskan, berdasarkana hasil rapat yaitu data ahli waris korban meninggal agar di SK kan oleh Kepala Daerah, dan segera direalisasikan sesuai arahan Wakil Presiden.

“Kabupaten Sigi sendiri akan bekerjasama dengan pihak BNI untuk teknis penyaluran melalui rekening nantinya,” jelasnya lagi.

Pertemuan ini dihadiri Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, BMKG, unsur TNI dan Polri, Perbankan, NGO serta pejabat daerah Sulawesi Tengah di antaranya Gubernur Sulteng, Kajati Sulteng, Walikota Palu, Wakil Bupati Donggala, Wakil Bupati Parigi Moutong.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas