DITAHAN - Kasat Reskrim Polres Sigi AKP Sudigdo Mamboro SH saat konferensi pers terkait kasus penganiayaan di Desa Tulo. (Foto: Ist)

Sigi, Metrosulawesi.id – Polres Sigi tengah menangani kasus penganiayaan melibatkan tersangka FR (28) terhadap dua orang warga di Desa Tulo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Tersangka FR diketahui pemuda asal Desa Rarampadende, akhirnya meringkuk di sel tahanan di Mako Polres Sigi. Akibat mempertanggungjawabkan ulahnya menganiayaMukhlis alias Bilo (14), dan Listini (56) dengan senjata tajam berupa badik hingga kedua korbannya terluka parah.

Kapolres Sigi, AKBP Wawan Sumantri, melalui Kasat Reskrim Polres Sigi, AKP Sudigdo Mamboro, SH menuturkan, kejadian bermula saat tersangka FR bersama neneknya Yece ke rumah Listini di desa Tulo pada Selasa akhir pekan lalu.

“Tiba di sana (Rumah Listini-red), Yece terlibat adu mulut dengan Listini. Mendengar ada cekcok di dalam rumah, Tersangka pun masuk dan membawa keluar neneknya,” ungkap AKP Sudigdo saat melakukan konferensi pers, Sabtu, 2 Februari 2019.

Kasat Reskrim menambahkan, kejadian ini pun berlanjut setelah korban Mukhlis yang juga berada di dalam rumah itu, keluar dan melempar ke arah tersangka. Tersangka naik pitam lalu mengejar dan menusuk Mukhlis dengan badik. Listini yang mencoba melerai, juga akhirnya kena tusuk bagian dada.

“Setelah kejadian itu tersangka diamankan warga desa Tulo dan menyerahkannya ke pihak Polsek Dolo,” ungkap AKP Sudigdo lagi.

Dilaporkan kondisi kedua korban, Listini masih dalam perawatan, sementara korban Mukhlis yang tertusuk bagian lengan kirinya sudah rawat jalan.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 351 ayat (1) KUHPidana.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas