Home Sulteng

Ahmad Ali: Sulteng Perlu Visi Pembangunan Baru

271
BERSAMA PENGUNGSI - Ketua Fraksi NasDem DPR RI yang juga putra Sulawesi Tengah, Ahmad M Ali (kanan) berbincang dengan beberapa pengungsi korban bencana di Desa Lero, Donggala. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Fraksi NasDem DPR RI yang juga putra Sulawesi Tengah, Ahmad M Ali, menilai perlu visi pembangunan baru di Sulawesi Tengah yang mempertimbangkan risiko kebencanaan berbasis kawasan.

“Sulteng harus dibangun dengan sebuah visi baru yang mempertimbangkan risiko bencana serta dengan pendekatan pembangunan yang berbasis kawasan,” ujar Ahmad M Ali yang juga Anggota DPR RI Komisi VII, di Palu, 31 Januari 2019 lalu.

Menurut Ahmad Ali, informasi kebencanaan yang sudah beredar luas, baik itu berdasarkan hasil penelitian ilmiah, maupun statistik kebencanaan yang dikumpulkan para ahli pascabencana menunjukkan suatu keharusan untuk mengubah visi pembangunan di Sulawesi Tengah.

“Kita perlu cara pandang baru, dan tentu belajar untuk mengintegrasikan misi yang harus diemban dalam upaya pembangunan dengan risiko-risiko yang harus dihitung berdasarkan kondisi kerawanan bencana. Harus ada perspektif baru dalam aglomerasi, perhitungan pemanfaatan zonasi ruang yang berbeda, dari kacamata sebelumnya,” jelasnya.

Ahmad Ali menguraikan, kedepan Sulteng perlu kebijakan politik Perencanaan Daerah 25 tahun ke depan, yakni Road Map, 2020 menuju 2045, untuk menetapkan kawasan dalam desain tata ruang baru semisal, untuk wilayah lembah Palu perlu dibangun sebagai pusat Studi Nasional penanggulangan bencana, tempat ilmuwan dari berbagai penjuru dunia datang belajar tentang bencana geologis untuk pemanfaatan mitigasi secara nasional. Dan kedua, menetapkan kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis industri ekstraktif yang padu dengan tujuan pengurangan risiko bencana untuk kawasan Timur. Ketiga, kawasan yang secara potensial dijadikan sebagai pusat wisata sekaligus sasaran pemanfaatan ruang berbasis industri wisata.

“Kita harus belajar dan melatih semua stakeholder dalam menyusun rencana pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana dalam skema, rakyat, investasi dan pemerintah,” tegasnya.(*)

Ayo tulis komentar cerdas