Home Ekonomi

Pemkot Palu Kembangkan Kelurahan Inovasi Berbasis IKM

455
Syamsul Saifudin. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian, kini lebih giat mengembangkan dan melatih para pelaku usaha guna menciptakan Kelurahan yang berinovasi berbasis industri kecil menengah (IKM).

“Berdasarkan dari 11 kelompok binaan, kini sudah mencapai 30 Kelompok Binaan di setiap Kelurahan. Dengan beberapa Industri kecil menengah (IKM) yang kami bentuk. Ini sudah mulai berjalan dan ada ketambahan produk,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu, Syamsul Saifudin kepda Metrosulawesi, Jumat (1/2/2019).

Ia mengatakan IKM disetiap Kelurahan yakni kerajinan rotan, kerajinan sampah organik, pakan ternak ruminansia, kerajinan olahan bambu, kerajinan limbah kelapa, kerajinan olahan kripik, Kerajinan alat musik tradisional, kerajinan batik bomba dan kerajinan daun silar.

“Sejauh ini kita tahu bahwa visi misi kita adalah terus mendorong Palu sebagai kota destinasi. Hal ini terang merupakan implementasi dari upaya menjadi kota jasa itu. Untuk itu, kita dorong IKM berbasis kelurahan dalam program kelurahan inovasi unggul dan mandiri,” katanya.

Dia menambahkan, produk unggulan tersebut akan terus dioptimalkan untuk menembus pasar nasional dan internasional. Menurutnya, pengembangan dari sector jasa ini adalah projek primadona yang sangat diandalkan dalam pembangunan Kota Palu mendatang.

“Kita tidak punya hasil yang cukup pada sector pertanian, perikanan, kelautan, perkebunan dan pertambangan sehingga sektor yang harus kita dorong dalam menumbuhkan pembangunan adalah dari jasa,” paparnya.

Olehnya, terhadap para pelaku usaha kecil, pihaknya sudah menyiapkan suatu kelompok usaha bersama yang memiliki komitmen kuat untuk dapat memberikan kemandirian kepada para pelaku usaha kecil tersebut.

“Terakhir baru kita bentuk kelompok di Kelurahan Pantoloan yang membuat limbah dari tali kapal. Kemudian, pengolahan pakan ikan di Kelurahan Balaroa sebelumnya sudah berjalan. Tetapi, mesin masuk ke dalam tanah akibat likufaksi. Tapi, kelompok di sana kami akan bentuk kembali dalam waktu dekat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum terjadi bencana 28 September 2018, pihaknya berusaha melakukan pasar ke luar daerah melalui IKM pakan ternak. Di karenakan musibah yang melanda Kota Palu, jadi diberhentikan untuk sementara sambil menunggu keputusan bersama.

“Untuk pakan ternak di Kelurahan Duyu sempat jatuh. Tapi, secara inisiatif kelompok di sana telah membangun sendiri usaha itu. Saat ini mereka sudah mau buat produksi lagi. Sedangkan, untuk Kelurahan Pengawu, Kabonena dan Taipa kelompok binaan IKM masih tetap berjalan,” ucap Syamsul Saifudin.

Menurutnya, sudah ada beberapa peternak ayam justru memanfaatkan pakan ternak tersebut pascabencana. Selain, kualitas cukup baik harganya pun hanya sekitar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu rupiah perkilogram. Sedangkan, harga pakan ternak yang dijual di pasaran sekitar Rp9 ribu – Rp10 rib/kg.

“Karena pakan dari luar cukup mahal, jadi para pengusaha ayam membeli pakan dari kelompok binaan. Khusus untuk Kelurahan Taipa yaitu kelompok Nosaongu Lara yang sudah memproduksi 300- 400 kilogram pakan ternak,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas