Home Donggala

Kasus Dana Desa, Kades Loli Oge Pecat Kasi dan Kaur

579
BUKTI - Kepala Desa Loli Oge Sukarman memperlihatkan bukti surat pernytaan pengambilan dana Rp 12,600,000, yang dilakukan oleh bawahannya. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Dua pejabat di pemerintahan Desa Loli Oge Kecamatan Banawa diberhentikan oleh kepala desa Loli Oge Sukarman. Kedua pejabat desa itu Sumarni (Kaur Umum) dan Jafar (Kasi Pemerintahan).

Sumarni saat dikonfimrasi Metrosulawesi, Senin 28 Januari 2019 membenarkan dia dan rekannya Jafar diberhentikan sepihak oleh kepala desa Loli Oge tanpa ada penyebab pasti.

“Iya pak benar saya dipecat oleh pak kades Sukarman, dan pemecatan kami tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Bahkan tambah Sumarni dia dipecat juga tidak sesuai mekanisme atau aturan yang semenstinya dilakukan.

“Biasanya itu pak, sebelum dipecat atau kami punya salah secara administrasi aturannya harus ada surat peringatan I (SP1) dan seterusnya tapi ini sama sekali tidak ada surat peringatan langsung keluar surat pemecatan,” keluhnya.

Sementara itu kades Loli Oge Sukarman yang dikonfirmasi di kantornya Rabu 30 Januari 2019 megakui pecat Jafar dan Sumarni per tanggal 8 Januari 2019. Alasan pemecatan itu persoalan penggunnaan dana desa tahun 2017 yang mana di APBDS ada dana kebersihan sebesar 27,600,000. Dari jumlah itu kemudian dia (Sumarni) mengambil 12,600,000. Tapi celakanya di tengah perjalanan dia yang dilapor di jaksa dikatakan memakai uang yang peruntukannya untuk pembayaran pajak desa.

“Kalau persoalan pemecatan memang benar saya keluarkan dua SK untuk Sumarni dan Jafar per tanggal 8 Januari kemarin, semua sudah sesuai prosedur bahkan kami komunikasikan ke pimpinan yakni kepala kecamatan Banawa sebelum keluarkan surat pemberhentian. Nah terkait tuduhan penyelewengan dana yang dilamatkan saya memakai uang pajak desa Rp 12,600,000 itu juga tidak benar. Jadi uang sebesar 12.600.000 itu merupakan dana kebersihan tahun anggaran 2017 yang jumlah sebenarnya berdasarkan APBDS 2017 Rp 27,600,000. Coba komiu liat ini surat yang ditandatanagani Sumarni ini berapa dana dia ambil,” kata Sukarman sembari memperlihatkan bukti surat pengambilan dana ke wartawan.

Sukarman menambahkan ia sudah dimintai keterangan oleh penyidik kejaksaan terkait dana desa 2015-2018. Bahkan dengan tegas mengatakan di depan penyidik kejaksaan sebagai pimpinan di desa bertanggung jawab atas laporan tersebut sambil meminta kepada stafnya mengembalikan dana sebesar 12,600,000 ke kas daerah dengan sistem cicil.

“Saya jaminankan diri saya di kejaksaan demi staf saya, tapi kenapa dikatakan terbalik di depan wartawan, wajib saya memecat bawahan kalau sudah tidak betul, saya juga punya bukti dan paham mekanisme, jadi seperti itu kira-kira kronologis pemecatannya,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas