Home Palu

Pascabencana, Seng Bekas Laris Manis

1454
Warga memperbaiki pagar rumahnya yang roboh akibat gempa lalu dengan seng bekas. (Foto: Sulapto/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pasca bencana gempa bumi, likufaksi dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala), beberapa bulan lalu, seng bekas laris digunakan oleh masyarakat Kota Palu.

Seng bekas digunakan warga untuk memperbaiki pagar dan atap rumah yang rusak akibat bencana.

“Saya pakai seng bekas ini untuk memperbaiki pagar rumah kami yang rusak akibat gempa. Pagar saya roboh semua waktu gempa,” kata Rahman Setiawan, warga Jalan Zebra, Palu Selatan, Rabu, 30 Januari 2019.

Bapak tiga anak ini mengatakan, sebelum gempa melanda wilayah Palu beberapa waktu lalu, rumahnya dipagari dengan tembok beton.

“Pilihan seng bekas saya gunakan karena saat ini sejumlah bahan bagunan di Kota Palu dan sekitarnya masih agak mahal dibanding sebelum gempa,” jelasnya.

“Untuk seng yang baru mahal sekali dibanding harga sebelum gempa. Nah kalau seng bekas masih terjangkau harganya, saya dapat harga Rp22.000 dan Rp15.000,” jelasnya.

Rahman mengatakan, dirinya juga menggunakan seng bekas untuk memperbaiki atap rumahnya yang rusak.

“Rumah saya menggunakan genteng, pas gempa lalu rusak parah, banyak yang pecah dan jatuh. Syukurnya tidak ada korban terkena jatuhnya genteng itu,” katanya.

“Sementara gunakan dulu seng bekas, sampai nanti Palu dan sekitar normal. Ini saja kami bersyukur bisa dapat seng bekas, sementara kebutuhan banyak pasca gempa,” tandasnya.

Reporter: Sulapto
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas