KONFERENSI PERS - Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar konferensi pers terkait banyaknya piutang bantuan beras sejahtera (rastra) di wilayah kabupaten Parimo, rabu 30 Januari 2019. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)
  • Jaksa Sudah Kantongi Satu Nama

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar konferensi pers terkait banyaknya piutang bantuan beras sejahtera (rastra) di wilayah kabupaten Parimo.

“Penyelidikan yang kami lakukan tersebut berawal dari beberapa tulisan dari teman-teman media, dengan banyaknya piutang Rastra sebanyak Rp 1,1 miliar,” kata Kejari Parimo Agus Setiadi, saat konferensi pers di Aula Kejari Parimo, Rabu 30 Januari 2019.

Dia mengatakan, pihaknya bersama pihak Bulog akan mencari tahu dimana dan apa hambatannya, sampai banyak desa yang memiliki piutang hingga miliaran rupiah.

“Sehingga melalui Kasi Intel Kejari Parimo pada bulan Oktober 2018 kami membuat telaah dan terhitung telah ada yang disetorkan ke rekening pihak Bulog senilai ratusan juta, namun ternyata piutang itu belum selesai, masih ada sisa sebesar Rp 294 juta rupiah,” ungkapnya.

Lanjut Kejari, dengan melihat masih cukup banyak piutang dari Rastra tersebut di tanggal 25 Oktober 2018 lalu, pihaknya mulai melakukan penyelidikan yang hingga berujung ditahap penyidikan.

“Penyidikan ini dilakukan bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinombo dan Moutong, karena wilayah kerja dari proses hukum kasus tersebut melibatkan 9 kecamatan,” tuturnya.

Ia menambahkan, setelah melalui beberapa proses penyidikan, pihaknya meminta bahan keterangan dari aparat desa, sehingga pihaknya berhasil menyelamatkan uang tunai dari tunggakan piutang rastra tersebut sebesar Rp 161 juta lebih.

“Untuk itu, uang sebesar Rp 161 juta lebih itu akan langsung kami setorkan ke pihak Bulog. Dan pihak Bulog langsung menyetorkan ke Bank BRI cabang Parigi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan kembali, bahwa masih ada sisa dana Rastra sebanyak Rp 38 juta yang berhasil pihaknya selamatkan, hanya saja pihaknya belum menyerahkan ke pihak Bulog.

“Karena uang itu masih digunakan untuk kebutuhan pengembangan penyidikan selanjutnya,” pungkasnya.

Sementara itu Kasi Pidsus Mohamad Tang mengatakan, bahwa pihaknya bekerjasama dengan Kejari Cabang Tinombo telah melakukan penyelidikan dan penyidikan di beberapa desa dan telah mengantongi satu nama yang diduga kuat bertanggungjawab atas piutang itu. Sehingga untuk kepentingan kasus Rastra tersebut Kejari Moutong juga dilibatkan.

“Sementara ini baru satu orang, akan tetapi ini masih teknis penyidikan secepatnya akan kami umumkan. Karena di wilayah selatan sampai Tinombo sudah clear kalaupun ada permasalahan itu sudah teknis penyidikan, yang belum itu wilayah Moutong sehingga kami akan melibatkan Kacabjari Moutong,” terang Kasi Pidsus.

Dalam Konfrensi pers tersebut turut hadir Kepala Cabang BRI Parigi dan Kabid Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Provinsi Sulteng, Amir Sube.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas