Home Inspirasi

Buka Jasa Pijat untuk Bantu Ekonomi Keluarga

314
FOTO BERSAMA - Khairunnisa (kiri) siswi tunanetra SMALB Muhammadiyah Palu saat foto bersama dengan kepala sekolah, Rabu, 30 Januari 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)
  • Khairunnisa, Siswi Berprestasi SLB Muhammadiyah ABCD

Keterbatasan yang dimiliki seseorang ternyata bukan alasan untuk pasrah dan berputus asa dalam menghadapi hidup, salah satunya Khairunnisa (20) siswi kelas II Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Muhammadiyah ABCD Palu, mampu membantu perkonomian keluarganya dengan bekerja sebagai penyedia jasa pijat.

MESKIPUN mengalami kebutaan permanen sejak lahir, Khairunnisa mampu bekerja sebagai penyedia jasa pijat hanya dengan modal pendengaran dirinya berupaya semaksimal mungkin berikan pelayan terbaik, bagi setiap warga yang datang ke rumahnya di BTN Silae, untuk mengunakan jasa pijatnya.

Meskipun Khairunnisa tidak dapat melihat namun berdasarkan pengalaman yang ada dirinya mampu menemukan titik mana saja di pijat, sehingga membuat tubuh para pelanggan menjadi bugar.

Kata Khairunnisa, profesi sebagai tukang urut telah dilakoninya sejak beberapa tahun terakhir, tepatnya pada saat dirinya duduk dibangku kelas VII SMP.

“Jasa urut saya diperuntukan bagi pelanggan wanita, selain membuka jasa urut di rumah Khairunnisa juga sering kali dijemput oleh pelanggan di rumah masing-masing,” kata Khairunnisa di Palu, Rabu, 30 Januari 2019.

Khairunnisa mengatakan dirinya merupakan anak yatim yang tidak memiliki seorang ayah, namun untuk bersekolah dirinya.

“Dari usia 15 tahun saya sudah bisa membaca Alquran, yang mengajarkan saya itu adalah guru SLB Muhammadiyah ABCD Palu dengan menggunakan huruf braille. Guru kami di SLB ini kebetulan juga pernah mengikuti pendidikan pijat di Manado selama 10 tahun. Jadi beliau membagikan ilmunya kepada saya dan kebetulan siswi yang mau hanya saya. Sebenarnya keterampilan di sekolah banyak tetapi saya mengambilnya bidang pijat,” ujarnya.

Khairunnisa merupakan salah satu siswi berpretasi di SLB Muhammadiyah ABCD, tercatat pada tahun 2007 silam dirinya dapat mengharumkan nama Sulteng dengan menjuarai FLS2N kategori lomba Tilawatil Quran tingkat nasional.

“Alhamdulillah di SLB ini sering sekali saya diikutkan perlombaan, sejak SD itu saya pernah mengikuti perlombaan dalam bidang menyayi solo dengan mendapatkan juara 1, sehingga saya pernah mewakili Provinsi Sulteng ke tingkat Nasional,” ungkapnya.

Bahkan Khairunnisa mengaku telah menghafal beberapa surah pendek di antaranya mulai dari surah Al Qoriah sampai An-nas telah dihafalnya.

“Saya hafal Quran itu sekitar 15 surah dan ini menurut saya belum banyak, tetapi saya berupaya bisa hafal semua surah di Alquran,” katanya.

Menurut Kepala SLB Muhammdiyah ABCD Palu Sutereni, tidak hanya ahli dalam bidang pemijatan, setiap harinya Khairunnisa yang lahir pada 10 Juni 1998 juga aktif membantu aktivitas rumah tangga keluarganya, seperti mencuci, memasak dan menyapu.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas