Home Palu

Belum Sebulan, Puluhan Kasus DBD

257
BELUM KATAGORI WABAH - Salah satu pasien anak yang terserang DBD sedang dalam perawatan di rumah sakit. Selama Januari ini, sudah sebanyak 20 kasus DBD di Palu. (Foto: Ist)
  • Kadis Kesehatan Palu Minta Warga Terapkan 3M Plus

Palu, Metrosulawesi.id – Belum sebulan memasuki 2019, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat 22 kasus. Angka ini masih lebih kecil dibandingkan Januari 2018 lalu yang mencapai 29 kasus.

“Jadi saya menganggap masih belum 10 kali lipat angka tersebut. Jika 10 kali lipat itu sudah wabah, tetapi kami telah melakukan antisipasi di daerah-daerah yang terindikasi DBD, seperti di posko-posko pengungsian dengan langsung melakukan fogging abatement,” kata Plt Kepala Dinkes Kota Palu dr Husaema, melalui ponselnya, Rabu, 30 Januari 2019.

Namun kata Husaema untuk di perumahan penduduk diharapkan menerapkan 3M plus. Yakni, pertama menguras kamar mandi, kemudian menutup, ketiga jangan sampai ada air tergenang atau sampah atau daun-daun yang bisa menyebabkan tumbuhnya nyamuk.

“Untuk plusnya adalah menggunakan obat nyamuk, kemudian kelambu, autan di badan dan lainnya. Pokoknya seluruh masyarakat harus sadar dalam hal mengantisipasi DBD ini, sambil dari dinas kesehatan melakukan fogging,” ujarnya.

Husaema mengungkapkan semua daerah yang terindikasi DBD untuk foggingnya gratis, melakukan fogging ini sudah tugas Dinkes dalam melakukan pencegahan terhadap DBD.

“Bahkan sebelum adanya DBD seluruh posko pengungsian telah di-fongging, hanya saja kami tidak bisa menghindari mobilisasi penduduk. Misalnya dari tempat lain masuk ke Sulawesi Tengah membawa penyakit itu. Ini bisa menjadi sumber utama dalam penyebaran,” katanya.

Husaema menjelaskan sebenarnya bukan nyamuknya bermasalah, meskipun 100 nyamuk itu mengigit manusia. Yang masalah katanya, jika di antara nyamuk itu pernah mengigit orang yang sakit DBD, pasti manusia lainnya terkena penyakit.

“Nyamuk itu hanya menularkan dan bukan penyebab, jadi yang penting adalah orang-orang yang terindikasi DBD segera melapor ke Dinkes atau ke Puskesmas agar dilakukan upaya untuk pencegahan, dalam hal membasmi nyamuk di sekitar tempat kejadian,” katanya.

Husaema mengimbau masyarakat harus ikut serta dalam memerangi DBD, tidak mungkin Dinkes sendiri.

“Kita tidak mampu mendatangi setiap rumah dengan jumlah penduduk 380 ribu itu, kalau peran serta masyarakat dalam rangka memerangi DBD tidak dilakukan,” ungkapnya. (del)

Legislator Nilai Pemkot Kurang Respek

Nanang. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Pascabencana di Kota Palu, masyarakat diserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu mencatat penyakit DBD Januari 2019, telah mencapai 22 kasus.

Anggota DPRD Kota Palu H Nanang mengaku prihatin kepada Dinkes Kota Palu yang kurang respek melakukan langkah pencegahan. Padahal menurutnya, merebaknya kasus DBD di Kota Palu sudah menjadi konsumsi publik sejak tiga bulan pascabencana.

“Saya juga sangat menyayangkan minimnya kepedulian Pemkot, terlebih saat ini Kota Palu masih dalam kondisi pasca bencana, yang tentunya beberapa penyakit sangat rawan menyerang warga,” ujar Nanang disela pelaksanaan reses di Kelurahan Layana, Kota Palu, Senin, 28 Januari malam.

Legistlator asal Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu melalui intansi terkait untuk secepatnya mengambil langkah kongkrit pencegahan penularan kasus DBD, salah satunya melakukan voging di pemukiman warga.

“InsyaAllah saya akan sampaikan ke Pemkot agar melakukan langkah pencegahan, salah satunya adalah melakukan voging baik di perkampungan hingga di tenda-tenda pengungsian. Selain voging, saya akan mendorong agar Dinkes membagikan kelambu untuk warga,” ucapnya.

Nanang menekankan seharusnya Dinkes proaktif melakukan sosialisasi hidup sehat kepada seluruh masyarakat.

“Hingga saat ini kampanye hidup sehat sepertinya juga sudah tidak dilakukan padahal pemerintah memiliki perpanjangan tangan di Puskesmas-puskesmas yang ada disetiap kelurahan. Itu yang akan saya coba untuk mendorong kembali,” tandas politisi yang menjabat Sekretaris Komisi C DPRD Kota Palu itu. (mic)

Reporter: Moh Fadel, Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas