Home Ekonomi

Demi Elpiji 3 Kg, Warga Rela Antre

333
Antrian gas elpiji 3 kg di Pasar Murah, Lapangan Nunu, Kota Palu, Rabu, 30 Januari 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Sejumlah ibu rumah tangga dan warga di Kota Palu,  selama dua hari,  antre membeli elpiji subsidi yang dijual di pasar murah dalam rangka menghadapi hari raya Imlek. Membludaknya warga untuk mendapatkan gas elpiji ini lantaran harga yang dipatok sesuai harga dari pemerintah.

Pihak Pertamina dan DPD Hiswana Migas ikut serta dalam kegiatan pasar murah bertempat di Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga dari 29-30  Januari 2019. Pada hari terakhir pasar murah, awal pembukaan pasar murah banyak warga yang berdesak-desakan untuk membeli gas elpiji 3 Kg dan juga elpiji 5,5 Kg

Pertamina menjual elpiji sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah. Misalnya untuk elpiji 3 Kg harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan pemerintah sebesar Rp 16.000/tabung.

Tina, seorang warga di sekitar lokasi pasar murah mengatakan dua hari Pertamina menjual elpiji 3 Kg dan 5,5 Kg dan sangat membantu masyarakat.

Warga, kata dia, bisa membeli elpiji subsidi sesuai HET yang diberlakukan. Masalahnya, pangkalan pengecer elpiji hanya mendapat pasokan seminggu sekali.

“Terkadang warga tidak mendapatkan elpiji subsidi karena stok di pangkalan terbatas, sementara kebutuhan masyarakat meningkat,” kata Tina, Rabu (30/1/2019)..

Hal senada juga disampaikan Suwarni, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Jalan Bayam, Kecamatan Palu Barat. Dia juga mengatakan pasar murah yang dilaksanakan Pemprov Sulteng dalam rangka Imlek benar-benar sangat menolong masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Masyarakat kecil sangat merasakan manfaat dari kegiatan ini, karena rata-rata harga yang dipatok distributor relatif murah dibandingkan dengan harga di pasaran umum.

Di pasar murah, kata dia, selain membeli gas elpiji, warga bisa membeli berbagai jenis kebutuhan seperti beras, gula pasir, minyak goreng, susu, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai minuman dan keperluan untuk cuci/mandi.

“Harganya jauh lebih murah dari harga pangkalan seperti yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata dia.

Sementara itu, Manager PT Fega Gas Palu Pratama, Dodi, menjelaskan di hari pertama pihaknya menyiapkan 560 tabung (1 LO). Sedangkan, keseluruhan tabung gas selama dua hari sekitar 1.260 tabung.

“Kami menggelar pasar murah di lokasi yang masyarakatnya membutuhkan, sementara untuk wilayah yang rata-rata warganya mampu, kami hanya memenuhi pasokan ke pangkalan saja,” ujar Dodi.

Menurutnya, pasar murah ini digelar untuk menambah dan memastikan ketersediaan pasokan LPG khususnya di Kota Palu menjelang Tahun baru Imlek dan Pasca bencana. Sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat yang berhak dan membutuhkan.

“Pasar murah ini dilaksanakan bersama Pemerintah Daerah Sulteng dan Kota Palu dalam hal Disperindag. Pada kesempatan kali ini, kami menggelar di Kelurahan Nunu Kecamatan Tatanga. Kami juga akan terus mengevaluasi sesuai dengan kondisi di lapangan dan masyarakat diimbau untuk tidak panik tentang stok elpiji 3 Kg karena masih mencukupi dan akan terus dijaga ketersediaannya,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas