Suasana pelayanan di teller BNI cabang Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Negara Indonesia (BNI) Persero Cabang Palu telah menerima sebanyak 55 pengajuan kembali kredit baru periode Januari 2019.

Kepala BNI Cabang Palu Amiruddin mengatakan, permohonan kredit baru oleh debitur melebihi dari bulan Januari tahun sebelumnya. Sedangkan, ia mengakui yang telah dicairkan sekitar 3 per 4 dari nasabah yang mengajukan kredit.

“Saya tidak bisa menyebutkan angka dari nominal karena itu rahasia perbankan. Yang pasti kami akan selesaikan semua permohonan di bulan ini,” kata Amiruddin, Senin (28/1/2019).

Lebih lanjut, Amiruddin menjelaskan ada tiga kredit di BNI yaitu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang maksimum sampai Rp500 juta, sedangkan dari Rp500 juta sampai Rp1 miliar itu ada BNI Wirausaha (BWU). Selain itu, ada juga kredit BCM (Branch Credit Manajemen) itu diatas Rp1 miliar.

“Nasabah BCM sekitar 115 orang, nasabah BWU sekitar 112 dan nasabah KUR sekitar 909 orang. Sedangkan, yang paling banyak belum mengajukan restrukturisasi adalah nasabah KUR,” jelasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan nasabah yang mengambil kredit usaha rakyat (KUR) belum melakukan rekturisasi. Sedangkan, kebijakan dari OJK sangat membantu nasabah dan perekonomian di daerah Pasca bencana.

“Sekarang kebanyakan debitur masuk dalam forum pemutihan utang. Yang harus diubah cara pemikiran dari debitur. Tapi, kita support niat baik dari forum dan debitur korban bencana.tetapi, kalau untuk pemutihan utang pasti akan sangat sulit salah satu contoh di Lombok Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Sementara, jumlah nasabah BNI meliputi Palu, Sigi dan Donggala sepanjang tahun 2018 sebanyak 193 ribu lebih dari enam kantor cabang pembantu (KCP). Menurutnya, di satu sisi ekonomi di Kota Palu pasca bencana sudah terlihat pulih dan mulai bergerak.

“Sudah mulai kembali terlihat wirausaha dan wiraswasta lagi butuh modal. Ada beberapa yang kami kunjungi toko maupun tempat usaha abis dijarah. Maka dari itu, sempat kami berdiskusi dengan beberapa debitur, mereka mengatakan masih butuh tambahan modal usaha,” kata dia.

Menurutnya, skema restrukturisasi kredit nasabah bisa dalam bentuk perpanjangan waktu (rescheduling) pembayaran utang, penundaan angsuran, penurunan suku bunga pinjaman ataupun bisa kemungkinan penambahan kredit.

“Untuk pemberian keringanan kredit debitur semua perbankan acuannya sama sesuai peraturan OJK. Penurunan suku bunga di BNI sekitar 5 persen dari 12 persen. Ke depan kami akan mendorong kembali usaha- Usaha masyarakat yang telah terdampak akibat gempa,” katanya.

Ia menuturkan restrukturisasi utang nasabah korban gempa juga sudah ada dalam kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 45/POJK.03/2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas