Home Palu

Keamanan Pengungsi Balaroa Terancam

Lokasi pengungsian di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)
  • Relawan Kerap Diteror Air Kencing Dalam Botol

Palu, Metrosulawesi.id – Pengungsi di Sport Center Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, tidak lagi merasa aman. Ada beberapa oknum yang mengganggu kemanan masyarakat yang mengungsi di sana.

Pencurian, pembongkaran tempat penyimpanan barang dan logistik hingga pengancaman menggunakan senjata tajam pernah dialami oleh pengungsi.

Berdasarkan penelusuran Metrosulawesi, Senin(28/01/2019) petang, di antara oknum pelaku diduga merupakan petugas K5 yang kebetulan juga menjadi pengungsi di sana. Satgas K5 merupakan tim bentukan Pemerintah Kota Palu untuk mensukseskan kebersihan, keindahan, ketertiban, kenyamanan dan keamanan (K5) di Kota Palu.

Hal ini diceritakan oleh sejumlah pengungsi di sana kepada Metrosulawesi. Salah satu kejadian yang melibatkan diduga oknum petugas tim K5 itu yakni, ketika terjadinya pencurian tangki air di salah satu blok tenda pengungsian.

Aksi mereka ketahuan oleh beberapa pengungsi lainnya. Namun enggan untuk menghentikan aksi itu karena mereka membawa senjata tajam. Bahkan ada warga yang diancam. Pelakunya lebih dari dua orang. Selain itu, pelaku juga disebut pernah membongkar pondok atau gudang salah seorang warga pengungsi di sana.

Kejadian ini telah dilaporkan ke Kepolisian, tepatnya di Polsek Palu Barat. Namun hingga kini, menurut sejumlah pengungsi belum ada kepastian penyelesaian hukumnya. Meski para pelaku sudah sempat dibawa oleh Kepolisian. Namun kemudian dilepas kembali.

Selain kepada Kepolisian, kejadian itu juga dilaporkan kepada Lurah setempat. Namun tidak mendapat respons.

Para pengungsi resah. Karena oknum yang sama juga kerap mengganggu kenyamanan pengungsi lainnya. Mereka kerap mabuk dan melakukan pengancaman.

Sementara itu, Iin Staryo yang merupakan koordinator posko kesehatan pengungsian di Sport Center Balaroa juga mengamini tidak adanya jaminan keamanan para pengungsi di sana saat ini.

Ia mengaku kondisi keamanan para pengungsi jauh lebih baik ketika masih dijaga oleh sejumlah anggota TNI.

“Dulu waktu masih ada tentara kami aman di sini. Kami berharap masih bisa ada tentara yang mau jaga sampai para pengungsi sudah mendapatkan hunian layak,” ungkap Iin.

Iin sendiri juga merasakan langsung bagaimana tidak amannya di posko tersebut saat ini. Ia bersama beberapa relawan lainnya kerap diteror air kencing yang disimpan dalam botol kemudian diletakkan di meja posko mereka saat tidak ada orang.

Hal ini kembali terjadi ketika Metrosulawesi mendatangi posko tersebut. Sebuah botol berisi kencing tampak sengaja di simpan di salah satu meja relawan di posko induk Sport Center Balaroa.

“Ini sudah kali ketiga kami diteror kencing, entah apa maksudnya,” ujar Iin sambil memperlihatkan botol berisi kencing di atas meja.

“Saya jujur sering kehilangan barang di sini. Kami relawan tidak merasa aman di sini. Jika kami melapor, didengar tapi tidak ditindak,” kata relawan sekaligus peneliti yang sengaja datang dari Jogja itu.

Reporter: Tahmil Burhanudin

Ayo tulis komentar cerdas