HARUS BANGKIT - Bupati Irwan Lapatta memberi support kepada warga Petobo dan Biromaru untuk terus bangkit akibat bencana likuifaksi lalu, Ahad 27 Januari 2019. (Foto: Dok Humas)

Sigi, Metrosulawesi.id – Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menjadi narasumber dialog kebijakan yang diselenggarakan Yayasan Sikola Mombine, bertempat di Sekretariat Forum Warga Korban Likuefaksi Petobo, Ahad, 27 Januari 2019.

Dialog ini mengangkat tema “Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel dalam Penanggulangan Bencana Alam yang Responsif Gender dan Berbasis Hak Korban”.

Hadir dalam kesempatan ini beberapa narasumber yaitu Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Hj Siti Norma Mardjanu, Ketua Pansus P3B Pasigala DPRD Propinsi Sulteng Yahdi Basma, Pengamat Kebencanaan Drs Abdullah MT, Sekjen Pasigala Center Andika, dan Direktur Yayasan Sikola Mombine Risnawati SE.

Dalam kesempatan itu, bupati Sigi Irwan Lapatta menyampaikan bahwa pemerintah bersama masyarakat harus bangkit, dimulai dari bagaimana mental untuk menerima, menanggapi dan menjalani kondisi saat ini.

“Awal untuk bangkit itu, masyarakat maupun pemerintah harus memiliki pandangan dan perspektif yang sama, dan tidak usah saling menyalahkan,” ungkap Bupati Sigi yang berdomisili di Petobo itu.

Sementara itu, Hj Siti Norma Mardjanu dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi dinilai sangat proaktif dalam penanganan maupun pemulihan pasca bencana ini.

Kata dia, hal ini tentunya sebagai wujud bahwa negara dan pemerintah terus hadir di tengah-tengah masyarakat.

“Olehnya terkait penetapan peta zonasi dan penerapannya di lapangan, agar kita baik pemerintah dan masyarakat harus taat dengan zonasi merah itu,” pungkasnya.

Reporter: Firmansyah Badjoki
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas