Home Palu

Reses Ketua DPRD Palu, Warga Sebut Legislator Ingkar Janji

242
RESES - Ishak Cae saat bertemu dengan warga Kelurahan Boyaoge Kota Palu. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu Ishak Cae melakukan reses dengan bertemu dengan sejumlah masyarakat di Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Kamis, 24 Januari 2019. Banyak aspirasi masyarakat yang diserap Ketua DPR Palu yang sudah terpilih sebanyak tiga periode itu.

Saat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya dan menyampaikan aspirasi dalam dialog yang digelar di salah satu Mushola Kantor Kelurahan Boyaoge itu, salah seorang warga menyampaikan kekesalannya terhadap sejumlah Anggota DPR Kota Palu kepada Ishak Cae. Menurut warga tersebut, beberapa waktu lalu ada sejumlah Anggota DPRD Kota Palu yang menemui masyarakat disana dan menjanjikan akan membangun Kantor Kelurahan, namun hal itu hanya sebatas janji.

“Untung saja bapak Ketua DPR Kota Palu waktu itu tidak ada, kalau ada saya mau marahi sekarang. Kalau Anggota DPR yang lalu bilang mau bangun Kantor Kelurahan hadir di sini, saya mau marahi. Jangan suka janji begitu,” ungkap seorang laki-laki yang diberi kesempatan menyampaikan aspirasinya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPR Kota Palu menyebut hal itu wajar saja, jika ada seorang Anggota DPR yang suka memberikan janji, maka wajar pula jika masyarakat marah saat janji itu tidak dipenuhi. Ia pun menyebut dirinya siap didatangi masyarakat jika ada aspirasi yang harus disampaikan. Bahkan ia siap menerima konsekuensi dari masyarakat jika dianggap tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Sebagai Anggota DPR kita harus siap menerima konsekuensinya,” ungkap Ketua DPR di hadapan perwakilan masyarakat Keluarahan Baya Oge.

Selain itu, Ishak Cae juga menyampaikan sejumlah persoalan terkait penggunaan anggaran Kota Palu pasca bencana. Ia menyampaikan kepada masyarakat terkait prioritas anggaran yang lebih kepada upaya pemulihan Kota Palu setelah porak-poranda akibat gempa bumi diserta tsunami dan likuifaksi September lalu.

Dia juga meminta agar warga melaporkan keluarga mereka yang menjadi korban meninggal dunia akibat bencana lalu kepada pemerintah untuk didata.

“Perlu dilaporkan, agar keluarganya yang meninggal itu bisa mendapatkan santunan dari pemerintah,” jelas Ishak Cae.

Perlu pula masyarakat melaporkan kerusakan rumah untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Diketahui, pemerintah akan memberikan bantuan masyarakat sebesar Rp50 juta bagi rumah yang rusak berat, Rp25 juta untuk rusak ringan dan Rp10 juta untuk rumah yang rusak berat.

“Tapi semua dananya dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya menyiapkan data saja,” kata dia.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas